Lalu Hadrian Irfani Dorong Dapur Sekolah MBG untuk Wilayah 3T dan Terpencil

Lalu Hadrian Irfani Dorong Dapur Sekolah MBG untuk Wilayah 3T dan Terpencil

Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan gagasan strategis berupa Kitchen School atau dapur sekolah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah pelosok yang sulit dijangkau oleh layanan pemenuhan gizi nasional.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (22/10), Lalu Hadrian menekankan pentingnya pemerataan akses gizi bagi seluruh peserta didik di Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan distribusi pangan.

“Anak-anak di pelosok negeri berhak mendapatkan makanan bergizi setiap hari sekolah, sama seperti anak-anak di kota. Karena itu, saya mengusulkan agar sekolah-sekolah di daerah 3T memiliki dapur sendiri untuk mendukung program MBG,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dapur sekolah dapat dikelola secara kolaboratif antara pihak sekolah dan masyarakat sekitar, mengikuti standar operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Konsep ini tidak hanya menjamin asupan gizi siswa, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan komunitas.

“Dapur sekolah bisa menjadi ruang belajar yang nyata tentang pentingnya gizi, sekaligus membentuk karakter dan keterampilan hidup siswa,” tambah Lalu Hadrian.

Menurutnya, pendekatan Kitchen School sangat relevan untuk daerah yang sulit dijangkau oleh sistem distribusi gizi nasional. Dengan memanfaatkan potensi lokal, program ini dinilai lebih efisien dan berkelanjutan, serta mampu menyesuaikan dengan kondisi geografis dan budaya setempat.

“Kita harus memastikan bahwa program MBG berjalan secara adil dan merata. Jangan sampai anak-anak di pelosok tertinggal hanya karena kendala jarak. Dapur sekolah adalah solusi nyata agar tidak ada yang terlewatkan,” tegasnya.

Sebagai Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian juga menegaskan bahwa usulan ini ditujukan khusus untuk daerah 3T dan pelosok, bukan untuk wilayah perkotaan yang sudah memiliki akses layanan gizi melalui SPPG.

“Di kota, SPPG sudah berjalan dan mampu menyediakan makanan bergizi untuk anak-anak. Fokus kita adalah menjangkau yang belum terlayani,” tutupnya.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, mendukung tumbuh kembang mereka, dan memperkuat fondasi sumber daya manusia di masa depan.****

Pos terkait