Komisi XII DPR RI dan Uni Eropa Sepakat Perkuat Sinergi Perdagangan Karbon

Komisi XII DPR RI dan Uni Eropa Sepakat Perkuat Sinergi Perdagangan Karbon

Realitarakyat.com – Komisi XII DPR RI menggelar pertemuan strategis dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam di Gedung Nusantara I, Senayan. Agenda utama diskusi adalah menyamakan persepsi terkait implementasi Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), yang kini menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menegaskan bahwa Uni Eropa memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam perdagangan karbon di kawasan Asia Tenggara. Hal ini tak lepas dari besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, baik di sektor energi maupun pertambangan.

“Indonesia memiliki posisi strategis di Asia Tenggara. Uni Eropa menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, dengan tetap menjaga aspek lingkungan,” ujar Bambang usai pertemuan.

Hubungan Bilateral yang Setara

Dalam diskusi tersebut, Bambang menilai hubungan Indonesia–Uni Eropa dibangun atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. Ia menekankan bahwa Uni Eropa hadir dengan pendekatan terbuka, tanpa kesan arogansi, sehingga memperkuat semangat kerja sama yang positif.

Komisi XII juga membuka peluang investasi di sektor energi dan perdagangan karbon, sepanjang sesuai regulasi yang berlaku. Beberapa peluang yang dibahas mencakup Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) serta mekanisme perdagangan karbon yang tengah dikembangkan pemerintah.

“Sepanjang memenuhi regulasi, tentu kita sambut kerja sama. Ini bagian dari upaya mendorong iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan,” tambah politisi Fraksi Golkar tersebut.

Bambang mengungkapkan bahwa sejumlah entitas bisnis Uni Eropa sebenarnya sudah lebih dulu terlibat dalam perdagangan karbon di Indonesia. Pertemuan kali ini diharapkan semakin memperkuat pesan positif mengenai potensi besar Indonesia, tidak hanya di sektor karbon, tetapi juga energi lainnya.

“Kita berharap semakin banyak entitas bisnis Eropa menjadikan Indonesia sebagai pilihan investasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bambang menekankan bahwa dialog dengan Uni Eropa bukanlah pertemuan sesaat. Komunikasi intensif telah terjalin sejak lama dan akan terus dikawal oleh Komisi XII DPR RI agar memberikan manfaat nyata bagi Indonesia.

“Ini adalah proses panjang dan berkelanjutan. Komisi XII akan memastikan kerja sama ini benar-benar memberi kontribusi bagi perdagangan karbon dan sektor energi nasional,” pungkasnya.

 

Pos terkait