Fajarasia.id – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 yang baru saja diumumkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memantik perhatian serius dari DPR RI. Wakil Ketua Komisi X, Lalu Hadrian Irfani, menilai capaian tersebut harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.
Data Kemendikdasmen menunjukkan rata-rata nilai Bahasa Inggris wajib hanya mencapai 24,93 dari 3,5 juta siswa. Sementara Matematika wajib berada di angka 36,10, dan Bahasa Indonesia relatif lebih baik dengan rata-rata 55,38.
Lalu menegaskan angka ini menjadi alarm bagi dunia pendidikan. “Hasil TKA 2025 ini harus menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi total bagi dunia pendidikan kita,” ujarnya di Jakarta, Rabu (24/12).
Politisi asal NTB II itu menekankan perlunya evaluasi objektif, baik dari sisi tenaga pendidik maupun peserta didik.
“Jika kelemahan ada pada guru, maka kualitas guru harus ditingkatkan. Sebaliknya, jika kekurangan ada pada siswa, maka pendampingan terhadap siswa juga harus digalakkan,” tegasnya.
Komisi X mendorong Kemendikdasmen menjadikan hasil TKA sebagai dasar perumusan kebijakan ke depan, termasuk peningkatan kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem pelatihan guru.
Lalu mengingatkan agar hasil TKA tidak berhenti sebagai laporan semata. “Intinya, hasil TKA ini jangan berhenti sebagai laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat di masa mendatang,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menegaskan pengelolaan hasil TKA dilakukan secara tertib dan transparan.
“Pengumuman hasil TKA dilakukan melalui mekanisme resmi dan berjenjang untuk memastikan keakuratan data serta melindungi hak murid,” jelas Toni.
Ia menambahkan, satuan pendidikan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi hasil TKA kepada murid secara tepat dan akuntabel.





