Fajarasia.id – Komisi VII DPR RI menemukan industri galangan kapal di kawasan Indonesia Timur (Intim) belum dimanfaatkan maksimal oleh PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Optimalisasi baru mencapai sekitar 60 persen.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnuniah Chalim menyebut sejumlah masalah masih menghambat, mulai dari aturan RTRW yang sering berubah, perizinan rumit, hingga peralatan tua yang butuh pembaruan. “Potensi besar, tapi banyak persoalan yang harus diselesaikan,” ujarnya di Makassar, Kamis (4/12).
Data menunjukkan Indonesia memiliki 342 galangan kapal di 29 provinsi, namun hanya 20 persen berada di kawasan timur. Penyerapan tenaga kerja mencapai 46 ribu orang, mayoritas lulusan SMA.
Komisi VII juga menyoroti keluhan asosiasi terkait beban PPN di industri galangan kapal, perlunya teknologi baru, serta jaminan sosial bagi pekerja. Anggota DPR Ahmad Daeng Se’re menegaskan penyerapan tenaga kerja harus jadi perhatian utama.





