Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menegaskan komitmen parlemen untuk memastikan tidak ada lagi wilayah blank spot jaringan di Indonesia. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja Komisi I ke Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Bandung.
“Pada hari ini kita ke Balmon di Bandung untuk memastikan semua permasalahan yang ada bisa ditangani dengan baik,” ujar Anton kepada wartawan.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi I juga menyoroti besarnya kontribusi sektor frekuensi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Anton menyebut, sektor ini menyumbang Rp22,8 triliun, menjadikannya sumber pendapatan terbesar kedua setelah migas. “Ini harus dijaga betul,” tegasnya.
Menurut Anton, potensi besar ini harus diimbangi dengan pengawasan ketat dan penguatan infrastruktur jaringan agar seluruh wilayah Indonesia terlayani konektivitas secara merata. “Makanya kita datang ke sini untuk memastikan jangan sampai ada jaringan yang kosong, ada blank spot,” jelas Politisi Fraksi Demokrat tersebut.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara kolaboratif sesuai kondisi geografis Indonesia. “Kalau daerah pegunungan susah pakai kabel, gunakan satelit. Kalau bisa cepat, pakai broadband atau fiber optik. Semuanya harus saling melengkapi,” pungkasnya.
Kunjungan ini menegaskan komitmen DPR RI untuk menghadirkan pemerataan akses digital, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap praktik kejahatan siber di era konektivitas tanpa batas.





