Fajarasia.id – Komando Armada (Koarmada) III membantah tudingan bahwa Kapal Republik Indonesia (KRI) Gulamah-869 yang berlabuh di Teluk Arguni, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terlibat dalam kegiatan survei seismik minyak dan gas bumi.
“KRI Gulamah-869 di wilayah tersebut tidak berkaitan dengan dugaan survei seismik. Kehadirannya murni untuk berlindung dari cuaca buruk,” tegas Kadispen Koarmada III, Kolonel Slamet Ariyadi, Minggu (15/2/2026).
Slamet menjelaskan, kapal perang itu tengah menjalankan operasi rutin menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia. Setelah kondisi cuaca membaik, KRI Gulamah langsung melanjutkan pelayaran sesuai rencana operasi.
Sebelumnya, warga Kampung Arguni sempat heboh melihat kapal perang berlabuh di depan kampung, yang disebut baru pertama kali terjadi sejak masa perebutan Irian Barat. Kehadiran kapal ini sempat dikaitkan dengan protes masyarakat adat terhadap aktivitas kapal seismik di kawasan tersebut.
Koarmada III menegaskan bahwa dugaan tersebut tidak benar, dan kehadiran KRI Gulamah semata-mata karena faktor keselamatan pelayaran.





