KKP ungkap modus penyelundupan benih bening lobster via jalur udara

KKP ungkap modus penyelundupan benih bening lobster via jalur udara

Fajarasia.id – Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Adin Nurawaluddin mengungkapkan modus operandi yang dilakukan penyelundup benih bening lobster (BBL) via jalur udara yang dilakukan koperman.

“Modus operandi yang sering dilakukan para penyelundup BBL melalui jalur udara biasanya dilakukan seorang koperman yang bertugas membawa BBL di dalam koper,” ujar Adin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (22/12).

Agar tidak dicurigai petugas bandara, ujar dia, koperman akan membaur dengan memanipulasi dokumen invoice ekspor ke terminal kargo atau regulated agent untuk kargo.

“Berdasarkan data, di Bandara Internasional Juanda pada 2023 ini telah dilakukan penggagalan penyelundupan BBL sebanyak 4 kali oleh Lanud-AL, PT AP I, BKIPM Juanda, dan Bea Cukai dengan barang bukti BBL sebanyak 399.074 ekor,” paparnya.

Tujuan penyelundupan BBL terbesar saat ini adalah negara Vietnam, sebab Vietnam membutuhkan BBL sebagai komoditas budidaya sebanyak 600 juta ekor dengan nilai mencapai 3 miliar dolar AS yang sumber utama benih bening lobster berasal dari Indonesia.

Guna meningkatkan pengawasan penyelundupan BBL keluar negeri, pihaknya telah melakukan pengawasan salah satunya di Bandara Internasional Juanda meliputi Terminal 2 Keberangkatan Internasional dan Regulated Agent (RA.

Kementerian atau lembaga yang terlibat dalam operasi terkoordinasi pengawasan dan penindakan penyelundupan BBL di Sektor Bandara Internasional Juanda ini antara lain Ditjen PSDKP (KKP), Lanud-AL Juanda, Ditjen Bea dan Cukai (KEMENKEU), Ditjen Imigrasi (Kemenkumham), Karantina Ikan (BARANTIN) dan Aviation Security – Avsec (PT Angkasa Pura I Persero Bandara Internasional Juanda).****

 

Pos terkait