Fajarasia.co – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menerima kunjungan bilateral Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Annuar Haji Musa. Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas kerja sama untuk menjaga ruang digital.
“Kami berdiskusi yang berkaitan dengan hampir keseluruhan pekerjaan digital. Mulai dari infrastruktur hulu digital, infrastruktur hilir digital, dan tata kelola ruang digital,” ujar Menkominfo di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (19/8/2022).
Johnny mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia mempunyai pemahaman yang sama terkait dengan komitmen menjaga keamanan ruang digital. Hal itu yakni memberikan ruang digital yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Baik ruang digital Indonesia, ruang digital Malaysia, dan ruang digital ASEAN. Agar selalu bersih dan bisa bermanfaat bagi masyarakat, baik bagi masyarakat Indonesia, masyarakat Malaysia, dan masyarakat ASEAN,” kata Johnny.
Di samping menjaga ruang digital, Menkominfo menegaskan kerja sama juga diperkuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekosistem TIK antar kedua negara. Pilihan tekhnologi yang tepat dan perlu diadopsi antar kedua negara.
“Mulai dari pilihan-pilihan teknologi yang tepat yang perlu kita adopsi di dalam negeri, pilihan-pilihan teknologi satelit. Teknologi telekomunikasi sampai kepada teknologi-teknologi yang berhubungan dengan cyber security dan yang menjaga ruang digital tetap bersih,” ujarnya.
Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia Annuar Haji Musa menyampaikan apresiasi kepada Menkominfo Johnny G. Plate dan seluruh pimpinan di lingkungan Kementerian Kominfo. Pertemuan kali ketiga tersebut menandakan hubungan baik terus terjalin antar kedua negara.
“Saya sangat menghargai sekali karena pada hari ini, kami berdua dapat mengadakan pertemuan kali ketiga. Jadi suatu momentum yang sangat membanggakan dan menandakan hubungan yang begitu erat sekali antara Indonesia dan Malaysia,” ucapnya.
Menurutnya, Pemerintah Indonesia dan Malaysia memiliki tujuan yang sama dalam mengembangkan dan mengadopsi bidang telekomunikasi. Termasuk persoalan cyber security di Indonesia dan Malaysia juga menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan yang berjalan selama satu jam itu.
“Agenda lain dalam pertemuan yang seperti ini sangat besar maknanya. Saya melihat ruang itu terus bekerja sama,” katanya menegaskan.****




