Fajarasia.co – Kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker sangat rendah. Hal ini disampaikan Social Behaviour Change Secialist UNICEF Indonesia Risang Rimba Atmaja.
Atmaja menyebut dalam survei yang dilakukannya kepatuhan masyarakat memakai masker hanya sebesar 12 persen. “Dalam survei yang kami lakukan itu memang angka memakai masker sangat rendah sekali dia angka 12 persen warga yang memakai masker,” kata Risang , Sabtu (19/11/2022).
Ia menjelaskan, salah satu alasan masyarakat enggan memakai masker karena tidak akan terpapar virus Covid-19 lagi. “Risikonya sudah tidak anggap besar lagi oleh warga karena dipikir sudah lewat,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, perilaku tidak memakai masker ditentukan oleh salah satunya karena kesadaran sendiri, penegakan aturan dan faktor lingkungan. “Penggunaan masker di kita harus dipaksa terlebih dahulu dan bukan atas kesadaran sendiri,” ucapnya.
Ia menduga keengganan masyarakat memakai masker karena faktor kejenuhan. “Mungkin juga karena tidak ada yang mengawasi sehingga masyarakat tidak memakai masker,” ujarnya.
Menurutnya, ketika aturan memakai masker mulai dilonggarkan maka masyarakat tidak mengikuti aturan itu lagi. “Jadi kalau ada masyarakat tetap memakai masker karena menghormati aturan,” ucapnya.
Untuk itu, ujarnya, edukasi pemakaian masker harus digiatkan kembali. “Soal edukasi itu harus dilakukan semua pihak dan warga juga harus tetap mengingatkan, apalagi perilaku mengingatkan sudah menurun,” ucapnya.
Perlunya pemakaian masker lantaran terjadi penambahan kasus Covid-19 di tanah air masih terjadi. Satgas Covid-19 pada Jumat (18/11/2022) melaporkan ada 6.699 kasus baru, lebih rendah dibandingkan kemarin yang tercatat 7.822.****





