Fajarasia.co – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani terpukul dengan tenggelamnya kapal Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal. Kapal berjenis speedboat itu tenggelam di perairan Kota Batam, Kepulauan Riau Selasa (15/11/2022).
“Saya ucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal atas kejadian ini, semoga diberikan ketabahan. Bagi korban dinyatakan hilang semoga cepat ditemukan,” kata Benny di Kantor BP2MI, Jakarta, Sabtu (19/11/2022).
Kapal tersebut mengangkut delapan penumpang, terdiri dari 5 dewasa, satu anak umur 4 tahun, dan dua awak kapal. Kapal tersebut berlayar dari pelabuhan ilegal di Batam menuju Malaysia.
Dalam peristiwa tersebut, sudah ditemukan empat orang. Tiga di antaranya meninggal dunia, dan sisanya masih dalam pencarian.
Benny mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan yaitu SAR Tanjungpinang, Pos SAR Batam, Ditpolair Polda Kepri. “Termasuk Ditpolair Baharkam Polri, TNI AL, PLP Tanjung Uban dan masyarakat setempat yang membantu pencarian para korban,” ucapnya.
Ia menyayangkan peristiwa ini terulang di tengah negara melalui BP2MI gencar memberantas sindikat dan mafia-mafia penyaluran PMI ilegal. “Ini membuktikan praktik sindikat penempatan ilegal terus dilakukan,” ujarnya.
Padahal katanya, pemerintah melalui BP2MI terus mendorong proses penempatan secara resmi. Yakni dengan mewajibkan PMI mengikuti pelatihan dan memiliki dokumen.
“Ini adalah cara-cara yang sangat mengganggu kerja negara,” katanya. “Negara selama ini fokus pada penempatan resmi.”
Ia menegaskan, negara berdaulat berpegang teguh pada hukum seperti Indonesia tidak akan mau kalah dan tunduk terhadap mafia-mafia. Apalagi mereka menindas manusia demi keuntungan pribadi.
Kejadian ini, menurutnya, merupakan sebuah kejahatan karena memperjualbelikan anak-anak bangsa. “Sikap BP2MI jelas, perang terhadap sindikat penempatan ilegal ini dan terus lawan, tidak akan pernah berhenti,” ujarnya.
Para PMI tersebut berangkat pada Senin (14/11/2022) dari pelabuhan Dumai-Riau menuju pelabuhan Sekupang-Batam. Sesampainya di Batam, mereka berangkat dari salah satu pelabuhan ilegal menuju Malaysia pada Selasa (15/11/2022) dini hari.
Kurang lebih 15 menit setelah kapal berangkat, situasi cuaca mulai memburuk dan ombak kuat. Kapal yang ditumpangi para PMI pun terbalik.****





