Kementerian PU Identifikasi Kerusakan Irigasi Pante Lhong, Aceh: Anggaran Rp79 Miliar Disiapkan

Kementerian PU Identifikasi Kerusakan Irigasi Pante Lhong, Aceh: Anggaran Rp79 Miliar Disiapkan

fajarasia.id  – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) turun tangan mengidentifikasi kondisi Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Aceh. Infrastruktur vital ini rusak parah pascabencana banjir dan limpasan air yang melanda kawasan tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, identifikasi dilakukan sebagai langkah awal sebelum penanganan teknis. “Untuk D.I ini harus diidentifikasi dan dibuatkan desain penanganan dulu karena sungainya melebar sangat signifikan supaya bendung ini dapat tetap dimanfaatkan,” ujarnya di Jakarta, Jumat.

Bendung Pante Lhong merupakan sumber utama air irigasi untuk 6.562 hektare sawah. Namun, hasil peninjauan menunjukkan bendung tak lagi berfungsi optimal akibat endapan sedimen di bangunan pengambil air dan mercu bendung. Kerusakan juga terjadi pada tanggul kanan di bagian hulu, serta penyaring sampah dan kantong lumpur.

Kondisi makin parah setelah limpasan air memutus tanggul sungai di hulu, berdampak langsung pada tubuh bendung. Akibatnya, distribusi air terganggu dan sekitar 1.282 hektare sawah terdampak. Sejumlah saluran tertutup runtuh, tanggul hilang di beberapa ruas, dan endapan sedimen menumpuk di saluran sekunder.

Dody menegaskan, penanganan akan melibatkan program padat karya untuk normalisasi saluran irigasi. Langkah ini diharapkan bisa segera mengalirkan air ke sawah-sawah. “Untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi dan area persawahan, diperlukan rehabilitasi saluran rusak, normalisasi saluran, serta rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir,” jelasnya.

Total kebutuhan anggaran penanganan jaringan irigasi dan persawahan Pante Lhong diperkirakan mencapai Rp79 miliar. Nantinya, desain teknis akan ditangani Direktorat Bina Teknik Ditjen Sumber Daya Air. “Dengan identifikasi dan desain permasalahan bendung, penanganan bisa dilakukan bertahap agar kembali mengairi persawahan,” kata Dody.

Kementerian PU berharap perencanaan teknis ini bisa mempercepat pemulihan layanan irigasi, menjaga keberlanjutan produksi pertanian, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Bireuen dan sekitarnya.

Pos terkait