Fajarasia.id – Kasat Intelkam Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Prasetyo Purbo Nurcahyo membantah tudingan pernah menawarkan uang Rp50 juta kepada mantan Ketua BEM FH Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, menjelang aksi demo 15 Juni 2026.
“Keterangan tersebut tidak benar. Saya hanya mengonfirmasi kegiatan aksi unjuk rasa esok hari, sebatas itu,” kata Prasetyo saat dihubungi, Selasa (30/6/2026). Ia menegaskan pertemuan dengan Abdi sehari sebelum demo hanya membahas teknis pelaksanaan aksi, sesuai kewenangan wilayah hukum Jakarta Pusat.
Sebelumnya, hasil investigasi internal UBK menyebut adanya dugaan tawaran dana dari aparat kepolisian agar lokasi demo dialihkan dari Istana Merdeka ke Gedung DPR. Ketua Tim Investigasi UBK, Eko Suryo, menyebut Abdi sempat ditawari Rp50 juta oleh Prasetyo, lalu Rp70 juta oleh oknum lain berinisial Egi, dan akhirnya menerima Rp20 juta melalui seniornya.
Meski demikian, demo mahasiswa UBK tetap berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan. Dana Rp20 juta disebut baru diserahkan kepada Abdi setelah aksi selesai.
Prasetyo menegaskan tidak ada larangan khusus terkait lokasi demo saat kunjungan tamu negara Presiden Jerman, termasuk di kawasan Istana dan Patung Kuda. “Tidak ada,” ujarnya.
Kasus ini masih menjadi sorotan publik, dengan UBK menyatakan seluruh pengurus BEM FH dicopot buntut penerimaan dana tersebut.***





