Fajarasia.id — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan sikap tegasnya menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian khusus. Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Senayan, ia meminta seluruh jajaran kepolisian untuk memperjuangkan posisi Polri tetap berada langsung di bawah Presiden RI, bahkan “sampai titik darah penghabisan.”
“Saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” ujar Jenderal Sigit di hadapan anggota Komisi III DPR.
Kapolri menilai struktur Polri saat ini adalah format paling ideal. Dengan berada langsung di bawah Presiden, Polri dapat bergerak cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa terhambat birokrasi kementerian.
“Posisi Polri seperti saat ini adalah posisi yang ideal. Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan “matahari kembar” dalam struktur pemerintahan, yang justru melemahkan institusi kepolisian dan Presiden.
Dalam kesempatan itu, Jenderal Sigit mengungkapkan pernah ditawari menjadi menteri kepolisian. Namun ia menolak tawaran tersebut dengan tegas.
“Kalau pun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” ucapnya, disambut tepuk tangan anggota Komisi III DPR.
Sigit juga menyampaikan apresiasi kepada fraksi-fraksi DPR yang mendukung agar Polri tetap berada di bawah Presiden. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi semangat tambahan bagi institusi kepolisian untuk menjaga marwah dan independensi dalam menjalankan tugas.
Dengan pernyataan tegas ini, Kapolri menutup ruang bagi wacana perubahan struktur kepolisian, sekaligus menegaskan komitmen menjaga Polri sebagai institusi negara yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden RI.





