Fajarasia.id – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menegaskan, digitalisasi menjadi kunci efisiensi perdagangan nasional. Konsep ‘live shopping’, diyakini mampu menjembatani keraguan konsumen saat melakukan pembelian produk secara online.
“Jadi memang mau tidak mau ya. Sekarang ya kita harus digitalisasi kan semua bisa jualan secara online,” ujar Budi dalam P-Gangan (Podcast Perdagangan), program dari Kementerian Perdagangan, Sabtu (13/9/2025).
Ia menjelaskan, digitalisasi memungkinkan pelaku usaha berjualan cukup menggunakan ‘handphone’ tanpa investasi besar untuk toko fisik. Strategi ini, membuat bisnis lebih mudah diakses konsumen sekaligus mengurangi beban modal awal pengusaha.
“’Live shopping’ itu bagus ya. Itu bisa menjembatani antara penjual dan pembeli,” ucap Budi.
Kemudian, Budi menuturkan, transformasi digital tidak bermaksud meninggalkan perdagangan offline sepenuhnya. Melainkan, menurutnya mengkombinasikan dua sistem perdagangan.
Ia mencontohkan, pasar tradisional kini mulai aktif memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan perdagangan sehari-hari. “Bahkan sekarang di pasar rakyat, pasar tradisional itu, mereka juga tidak hanya offline tapi mereka juga jualan online,” ujar Budi.
Sementara itu, Konten Kreator, Ibnu Wardani menilai, ‘live shopping’ memberikan pengalaman tambahan bagi calon pembeli secara nyata. Metode ini, mampu membangun rasa percaya konsumen karena produk ditampilkan langsung saat siaran.
“‘Live shopping’ tidak sekadar meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas ‘engagement’ dan ‘awareness’ merek produk. Strategi digital dapat menghemat biaya promosi miliaran rupiah bagi pelaku usaha baru,” kata Ibnu di acara yang sama.
“Jadi emang bener ada experience tambahan lagi buat kepada calon-calon pembeli juga. Jadi trust-nya juga jadi meningkat juga seperti itu.”
Adapun program UMKM BISA Ekspor yang difasilitasi Kementerian Perdagangan berhasil mencatatkan transaksi signifikan tahun ini. Sepanjang Januari hingga Juni 2025, nilai transaksi mencapai 90,04 juta USD atau sekitar Rp1,4 triliun.
“Itu kayak program UMKM BISA ekspor. Dan itu mereka nggak pernah ketemu sama buyer,” kata Budi.
Menurut Budi, dengan memfasilitasi business matching online dapat memperkuat kepercayaan buyer terhadap UMKM Indonesia. Ia optimistis digitalisasi membuka jalan lebih luas bagi ekspor dan peningkatan daya saing nasional.****





