Jalur Sibolga Lumpuh Total, BNPB Kerahkan Armada Udara

Jalur Sibolga Lumpuh Total, BNPB Kerahkan Armada Udara

Fajarasia.id  – Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumut membuat sejumlah jalur vital lumpuh total. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan akses Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung tertutup material longsor sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

“Kami sudah mulai membuka jalur Sibolga–Padang Sidempuan sejak sore ini dan akan terus dilanjutkan,” kata Kepala BNPB Suharyanto, Minggu (30/11).

Selain jalan utama, beberapa jembatan di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga putus, termasuk Jembatan Pandan dan ruas Sibolga–Manduamas. Kondisi ini membuat sejumlah desa terisolasi, terutama di Mandailing Natal, di mana tujuh wilayah hanya bisa dijangkau helikopter atau setelah alat berat membersihkan longsor.

Untuk mempercepat distribusi bantuan, BNPB mengerahkan lima helikopter dan satu pesawat Cessna Caravan dari Bandara Silangit. Armada tersebut terdiri dari helikopter BNPB, Bell 412EPI TNI AD, MI-17V5, serta helikopter swasta. “Sibolga bisa dijangkau lewat udara, meski jalur darat belum tembus,” ujar Suharyanto.

Pembukaan akses dilakukan paralel dengan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang berlangsung 24 jam. Tim gabungan terus bekerja di titik kritis agar evakuasi korban dan penyaluran logistik bisa segera dilakukan.

Dengan medan berat dan cuaca yang tidak menentu, BNPB memperkirakan proses pemulihan jalur darat membutuhkan waktu panjang dan tenaga ekstra.

Sumatera Utara – Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumut membuat sejumlah jalur vital lumpuh total. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan akses Sibolga–Padang Sidempuan dan Sibolga–Tarutung tertutup material longsor sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

“Kami sudah mulai membuka jalur Sibolga–Padang Sidempuan sejak sore ini dan akan terus dilanjutkan,” kata Kepala BNPB Suharyanto, Minggu (30/11).

Selain jalan utama, beberapa jembatan di Sibolga dan Tapanuli Tengah juga putus, termasuk Jembatan Pandan dan ruas Sibolga–Manduamas. Kondisi ini membuat sejumlah desa terisolasi, terutama di Mandailing Natal, di mana tujuh wilayah hanya bisa dijangkau helikopter atau setelah alat berat membersihkan longsor.

Untuk mempercepat distribusi bantuan, BNPB mengerahkan lima helikopter dan satu pesawat Cessna Caravan dari Bandara Silangit. Armada tersebut terdiri dari helikopter BNPB, Bell 412EPI TNI AD, MI-17V5, serta helikopter swasta. “Sibolga bisa dijangkau lewat udara, meski jalur darat belum tembus,” ujar Suharyanto.

Pembukaan akses dilakukan paralel dengan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang berlangsung 24 jam. Tim gabungan terus bekerja di titik kritis agar evakuasi korban dan penyaluran logistik bisa segera dilakukan.

Dengan medan berat dan cuaca yang tidak menentu, BNPB memperkirakan proses pemulihan jalur darat membutuhkan waktu panjang dan tenaga ekstra.****

Pos terkait