Fajarasia.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan program “Imah Merenah Hirup Tumaninah”. Melalui program tersebut, Pemprov Jabar menargetkan pembangunan 100 ribu rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, program tersebut merupakan kontribusi Pemprov Jabar terhadap program 3 juta rumah pemerintah pusat. Program ini akan tercapai lewat pendekatan kolaboratif yang mengedepankan padat karya, gotong royong, dan pemberdayaan UMKM lokal.
“Program ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi juga membangun harapan. Rumah adalah fondasi kesejahteraan keluarga,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangan persnya, Sebagaimana Dikutip Redaksi pada Selasa (23/9/2025).
Ia juga menjelaskan bahwa program perumahan ini dirancang untuk menghadirkan keadilan sosial. Serta, menutup kesenjangan kepemilikan rumah yang masih tinggi di Indonesia.
“Ke depan, tidak boleh ada lagi kesenjangan ada yang punya rumah lebih dari satu. Tapi masih banyak yang tidak punya rumah sama sekali dan ita ingin menghapus disparitas itu,” ujar Dedi.
Ia berharap program yang diluncurkannya itu diharapkan memuat empat agenda utama. Yakni memperluas akses hunian layak, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam implementasinya, Dedi menegaskan, pembangunan rumah subsidi akan tetap memperhatikan aspek penataan ruang. Sehingga tidak merusak lingkungan.
“Kita kejar target, tapi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Penataan ruang harus jadi perhatian utama,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyambut baik program tersebut. Dirinya siap memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut.
“Program ini memiliki tujuan mulia, yaitu memastikan masyarakat miskin ekstrem, miskin, hingga kelas menengah ke bawah memiliki akses terhadap hunian layak. Dengan begitu, kesenjangan antara masyarakat kota, desa, dan pesisir bisa dipersempit, sehingga kualitas hidup mereka lebih terjamin,” ujarnya menandaskan.*****





