Industri MICE Dorong Ekonomi Nasional, Kemenpar Catat Perputaran Rp11,82 Triliun

Industri MICE Dorong Ekonomi Nasional, Kemenpar Catat Perputaran Rp11,82 Triliun

Fajarasia.id  — Kementerian Pariwisata mencatat bahwa sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Vinsensius Jemadu, total perputaran ekonomi dari kegiatan MICE mencapai Rp11,82 triliun.

“Sepanjang tahun ini, industri MICE telah menghadirkan lebih dari 10,8 juta pengunjung, melibatkan 95 ribu tenaga kerja event, dan mengikutsertakan 14.800 pelaku UMKM,” ujar Vinsensius dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor MICE sebagai bagian dari strategi pemulihan dan akselerasi ekonomi nasional. Salah satu langkah konkret adalah penyelenggaraan SIAL Interfood 2025, pameran makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara, yang akan digelar pada 12–15 November 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.

“Melalui ajang ini, kami ingin mendorong peningkatan kualitas dan keamanan pangan nasional, sekaligus mendukung program prioritas seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG),” jelasnya.

Sebagai bagian dari kegiatan SIAL Interfood, Kemenpar akan menggandeng Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi bagi penyedia makanan siap saji. Tujuannya adalah memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam menerapkan standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Dengan pelatihan ini, kami harap penyedia makanan bergizi semakin profesional dan sadar akan pentingnya higienitas dalam setiap proses produksi,” tambah Vinsensius.

Pameran SIAL Interfood 2025 akan diikuti oleh 1.500 peserta dari 26 negara serta 100 UMKM unggulan Indonesia. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi industri makanan dan minuman.

CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyatakan bahwa SIAL Interfood menjadi platform strategis untuk memperkenalkan produk inovatif dan mendorong keberlanjutan industri pangan nasional.

“Kami terus bertransformasi agar pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan,” ujarnya.

Vinsensius menutup dengan harapan agar sektor makanan dan minuman dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketersediaan pangan bergizi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri kuliner yang kompetitif di kawasan Asia.****

 

Pos terkait