Fajarasia.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad menggelar peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan pada Minggu (9/11). Perayaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara, tidak hanya di bidang politik, tetapi juga ekonomi dan sosial budaya.
Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo, menegaskan bahwa hubungan bilateral yang telah terjalin selama tujuh dekade lebih harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata. “Kolaborasi bisnis dan interaksi antarmasyarakat adalah elemen penting yang membuat hubungan Indonesia–Pakistan tetap relevan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Menteri Urusan Parlemen Pakistan, Tariq Fazal Chaudhary, yang menekankan kedekatan emosional kedua bangsa. “Indonesia dan Pakistan bukan hanya dekat secara sejarah dan diplomasi, tetapi juga memiliki ikatan emosional yang mendalam,” katanya.
Peringatan kali ini mengusung tema “Kepercayaan dan Persahabatan yang Abadi”. Acara berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya dari kedua negara. Koleksi batik karya Iwan Tirta dan Obin serta wastra Nusantara lainnya ditampilkan dalam peragaan busana.
Mahasiswa Indonesia dan Pakistan turut berpartisipasi dengan menampilkan tarian tradisional seperti Zapin, Bubuka, dan Lenggang Jakarta. Penampilan musik angklung oleh Dharma Wanita Persatuan KBRI Islamabad menambah semarak suasana, sementara Angkatan Laut Pakistan menghadirkan lagu-lagu patriotik dan populer dari kedua negara.
Sebagai penutup, sejumlah mahasiswa Indonesia dari International Islamic University Islamabad mempersembahkan atraksi pencak silat Tapak Suci, yang menjadi simbol persahabatan sekaligus kekayaan budaya Nusantara.
Perayaan 75 tahun hubungan diplomatik ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia sejarah, tetapi juga menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di masa depan.****





