Indonesia-Kuwait Perkuat Kerja Sama Energi dan Investasi

Indonesia-Kuwait Perkuat Kerja Sama Energi dan Investasi

Fajarasia.id  — Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan komitmen Indonesia untuk memperdalam persahabatan dan memperkuat kerja sama dengan Kuwait, khususnya di sektor energi. Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Nasional dan Hari Pembebasan Kuwait di Jakarta.

Yassierli menyebut Indonesia optimis dengan rencana penyelenggaraan Forum Energi Indonesia-Kuwait pertama yang ditargetkan berlangsung pertengahan tahun ini. Forum tersebut akan difokuskan pada energi baru terbarukan dan transisi energi sebagai prioritas bersama. “Kami menantikan kerja sama konkret antara KUFPEC, Pertamina, dan Sinopec dalam proyek eksplorasi darat dan lepas pantai di Sulawesi,” ujarnya.

Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) diketahui telah aktif dalam proyek eksplorasi di blok Natuna, Seram, Buton, dan Anambas. Selain energi, perdagangan bilateral kedua negara juga menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai 537 juta dolar AS (Rp9 triliun) sepanjang Januari–November 2025, naik 9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di bidang tenaga kerja, tercatat 2.850 WNI bekerja di Kuwait sebagai tenaga profesional di sektor minyak dan gas, kesehatan, serta perhotelan. Jumlah tersebut mewakili 46 persen dari total komunitas Indonesia di Kuwait.

Yassierli menambahkan, kemitraan kedua negara akan semakin diperkuat melalui penandatanganan perjanjian penting, termasuk Perjanjian Investasi Bilateral, Perjanjian Layanan Udara, dan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-GCC. “Saya berharap perjanjian perdagangan bebas Indonesia-GCC dapat diselesaikan tahun ini untuk semakin meningkatkan kerja sama dengan Kuwait,” tegasnya.

Indonesia dan Kuwait telah menjalin hubungan diplomatik selama 58 tahun sejak 1968, dan momentum ini diyakini akan membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih strategis.

Pos terkait