Fajarasia.id – Pemerintah Indonesia dan India menandatangani program pertukaran budaya (Cultural Exchange Program) yang berlangsung sepanjang 2025-2028. Penandatanganan dilakukan Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon dengan Menteri Kebudayaan India Shri Gajendra Singh Shekhawat.
Fadli Zon mengatakan, penandatangan ini bertujuan untuk mempererat hubungan budaya kedua negara di berbagai bidang. Seperti, bahasa dan sastra, museum, seni visual, seni pertunjukan, sejarah, arkeologi, antropologi, film, hak kekayaan intelektual, serta pengetahuan tradisional dan folklor.
“Melalui kesepakatan ini, Indonesia dan India akan melakukan berbagai kerja sama dan kolaborasi di bidang kebudayaan. Antara lain pameran budaya serta pameran bersama koleksi museum secara resiprokal di Indonesia dan India,” kata Fadli dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (27/1/2025).
“Kemudian, peningkatan kapasitas SDM di bidang museologi, konservasi, dan partisipasi pemuda Indonesia dan India dalam berbagai kegiatan festival, kompetisi, pameran seni. Sekaligus pengembangan kapasitas di bidang produksi film serta pelibatan kedua negara dalam berbagai festival film di masing-masing negara,” ujarnya.
Berbagai kolaborasi ini juga mencakup pertukaran pengetahuan dan delegasi di bidang tari tradisional dan kontemporer, musik, dan teater. Kemudian, seni pertunjukan lainnya antara seniman dan budayawan di Indonesia dan India.
Sementara dalam bidang sejarah, arkeologi, antropologi, dan konservasi, Indonesia dan India sepakat melakukan pertukaran pakar, penelitian, dan publikasi bersama. Di mana di dalamnya mencakup pelatihan dan kerja sama dalam upaya konservasi cagar budaya.
Menurutnya, Indonesia dan India memiliki hubungan sejarah dan budaya yang panjang sejak abad ke-4 Masehi. Hal ini terlihat dari berbagai Candi Hindu-Buddha dan bahasa Sansekerta di Indonesia yang berpengaruh besar dalam budaya, bahasa, dan sastra.
“Untuk itu, Kementerian Kebudayaan berupaya mengembangkan kolaborasi dalam upaya pelindungan budaya dan tradisi. Sekaligus pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan melalui pelindungan pengetahuan tradisional dan folklor dengan India,” ujarnya.
Ia berharap, melalui penandatanganan kesepakatan ini, hubungan budaya antara Indonesia dan India akan semakin erat. Sekaligus menjadi landasan bagi kerja sama strategis di bidang lain.
Salah satunya adalah upaya repatriasi benda-benda cagar budaya, yang telah menjadi komitmen kedua negara. Hal ini seperti yang tercantum dalam Kashi Cultural Pathway pada Pertemuan Menteri Kebudayaan G20 di India tahun 2023
“Kementerian Kebudayaan mendukung berbagai upaya seperti penelitian dan kajian bersama dengan pihak India tentang pentingnya repatriasi benda budaya. Kami juga menyambut baik dialog inklusif tentang upaya pengembalian benda-benda budaya guna mempererat hubungan diplomatik antar negara,” katanya.
“Dengan terjalinnya kerja sama kebudayaan ini, kita berharap hubungan bilateral Indonesia dan India akan terus berkembang sebagai dua negara dengan warisan budaya yang kaya. Bahkan dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam memperkuat ikatan sejarah dan diplomasi budaya yang erat,” ucapnya.****




