Fajarasia.id – Tren kenaikan harga emas dunia diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang pekan ini. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memprediksi logam mulia berpotensi mencetak rekor tertinggi di bulan Desember 2025.
“Kemungkinan besar harga emas akan mencapai level puncak bulan ini. Hingga akhir tahun, harga logam mulia bisa menuju Rp2.700.000 per gram, sementara emas dunia di kisaran USD4.440 per troi ons,” ujar Ibrahim.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas dunia saat ini berada di level USD4.338 per troi ons. Sementara itu, harga emas batangan ANTAM tercatat Rp2.464.000 per gram, naik Rp2.000 dibandingkan hari sebelumnya. Ibrahim memperkirakan dalam sepekan ke depan harga emas dunia akan menyentuh USD4.380 per troi ons, dengan harga logam mulia domestik mencapai Rp2.590.000 per gram.
Menurutnya, faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah ketidakpastian geopolitik global. Konflik Rusia–Ukraina yang belum mereda, ketegangan di Timur Tengah antara Israel dan Iran, serta dinamika di Asia Timur dan Amerika Latin disebut menjadi pemicu utama.
“Geopolitik yang tidak menentu menjadi penopang utama kenaikan harga emas,” jelas Ibrahim.
Ia menambahkan, jika konflik Israel–Iran kembali pecah, pasokan minyak dunia berpotensi terganggu. Kondisi tersebut bisa memicu lonjakan harga emas seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Selain faktor geopolitik, Ibrahim menyoroti data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang melemah. Hal ini membuka peluang bagi Federal Reserve untuk kembali memangkas suku bunga pada Januari 2026. Perubahan kepemimpinan di bank sentral AS juga diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan moneter tahun depan.
Dengan kombinasi faktor geopolitik dan ekonomi global tersebut, harga emas diprediksi tetap berada dalam tren positif hingga akhir tahun.***





