Endang Setyawati Dorong Konsistensi Regulasi dan Anggaran Riset Pertanian

Endang Setyawati Dorong Konsistensi Regulasi dan Anggaran Riset Pertanian

Fajarasia.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari, menegaskan pentingnya dukungan regulasi dan anggaran yang konsisten bagi riset serta inovasi pertanian. Hal itu ia sampaikan dalam rilis resmi yang diterima redaksi pada Jumat (23/1/2026).

Endang menyampaikan keprihatinan atas terbatasnya dana inovasi teknologi meski hasil penelitian pertanian cukup banyak dihasilkan. “Dengan banyaknya riset, ternyata tidak diikuti dukungan dana inovasi. Akibatnya, hasil penelitian belum bisa disebarluaskan secara optimal kepada masyarakat dan petani,” ujarnya.

Ia juga menyoroti belum disahkannya RUU Sumber Daya Genetik (SDG) yang dinilai krusial untuk melindungi kekayaan genetik nasional. Menurutnya, keberagaman agro ecological zone di Indonesia membutuhkan regulasi kuat agar pengembangan varietas unggul sesuai dengan potensi lokal. “Bibit unggul belum tentu berhasil jika tidak sesuai dengan zona agroekologinya. Karena itu, potensi lokal harus dilindungi secara regulatif,” tegasnya.

Endang membandingkan kondisi sekarang dengan masa lalu, ketika penelitian pertanian menjadi prioritas utama. Kala itu, balai riset mendapat dukungan anggaran memadai, peneliti memperoleh insentif layak, dan inovasi teknologi langsung diterapkan ke lapangan. “Sekarang banyak hasil riset justru berhenti di peneliti. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Politisi Fraksi Gerindra itu juga menyoroti tren penurunan anggaran penelitian di Kementerian Pertanian. Ia menilai riset adalah fondasi utama swasembada pangan. “Idealnya, sekitar 20 persen anggaran Kementerian Pertanian dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan,” ujarnya.

Endang mengakui political will Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian cukup kuat. Namun, ia menekankan perlunya grand strategy berkelanjutan agar kebijakan tidak berubah setiap kali terjadi pergantian menteri. “Kementerian Pertanian perlu strategi besar agar BRMP sebagai penerus badan litbang benar-benar menjadi prioritas utama pembangunan pertanian nasional,” pungkasnya.

Pos terkait