Defisit APBN Mengkhawatirkan, DPR Nilai Pemangkasan MBG Lebih Rasional

Defisit APBN Mengkhawatirkan, DPR Nilai Pemangkasan MBG Lebih Rasional

Fajarsaia.id  – Opsi pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penundaan sebagian belanja infrastruktur multi-years mulai dipertimbangkan pemerintah sebagai langkah antisipasi lonjakan defisit APBN 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan ini penting jika harga minyak dunia terus naik akibat eskalasi konflik global.

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati, menilai penyesuaian belanja negara perlu dilakukan secara rasional demi menjaga disiplin fiskal. “Defisit APBN kita sudah mengkhawatirkan. Jika target penerimaan pajak meleset, defisit bisa tembus di atas 3 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

Politisi Fraksi PKS itu menilai pemangkasan MBG masuk akal mengingat anggaran program tersebut mencapai Rp335 triliun dan berisiko menekan fiskal. Ia juga mengingatkan bahwa lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings dan Moody’s telah menyoroti potensi pelebaran defisit Indonesia.

Anis menekankan, setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampak minimal terhadap masyarakat. Menurutnya, penyesuaian fiskal sebaiknya tidak dilakukan dengan menaikkan harga BBM, LPG, atau listrik karena akan menekan daya beli publik. “Pemangkasan MBG dan penundaan belanja infrastruktur lebih rasional untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa menambah beban rakyat,” pungkasnya.***

Pos terkait