BKSAP dukung penyelesaian damai dan deeskalasi konflik India-Pakistan

BKSAP dukung penyelesaian damai dan deeskalasi konflik India-Pakistan

Fajarasia.id – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengajak komunitas internasional untuk mendukung penyelesaian damai dan deeskalasi konflik antara India dengan Pakistan.

“Kami mengajak komunitas internasional, termasuk parlemen dari negara-negara yang mendukung penyelesaian damai, untuk berkumpul dan mempromosikan deeskalasi dan berkontribusi untuk menemukan solusi,” kata Ketua BKSAP DPR RI Mardani Ali Sera dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

BKSAP DPR RI, kata dia, berharap agar India dan Pakistan segera kembali ke meja perundingan demi tercapainya perdamaian dan keamanan kawasan yang lebih baik.

“BKSAP DPR RI meminta India-Pakistan segera melakukan gencatan senjata dan menghindari tindakan provokatif,” ucapnya.

Dia menyebut BKSAP DPR RI juga meminta kedua negara wajib menjamin keselamatan warga sipil dan menjaga infrastruktur vital, termasuk proyek-proyek kemanusiaan.

Selain itu, BKSAP DPR RI meminta India dan Pakistan segera menyelesaikan sengketa, termasuk isu Kashmir secara menyeluruh, dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.

BKSAP DPR RI, sambung dia, mendukung inisiatif perdamaian melalui forum multilateral seperti PBB, ASEAN, hingga ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) untuk memfasilitasi proses mediasi kedua negara.

Dia menekankan BKSAP DPR RI terbuka untuk berpartisipasi dalam upaya diplomasi parlemen guna mempromosikan penyelesaian damai konflik India-Pakistan.

Di antaranya, melalui kerja sama dengan AIPA dan Majelis Parlemen South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC), maupun badan-badan antarparlemen lainnya.

Dia pun mendukung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang menyerukan India dan Pakistan untuk menahan diri serta mengutamakan dialog guna mencegah meluasnya konflik kedua negara.

Sebab, kata dia, konflik India-Pakistan akan berdampak serius, serta mengancam stabilitas baik regional maupun global, terutama mengingat kedua negara memiliki senjata nuklir.

“Kami mendukung pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan lebih mengutamakan dialog diplomatik guna mencegah meluasnya konflik,” kata dia.

Terakhir, dia menyebut BKSAP DPR RI turut menyatakan keprihatinan yang mendalam terhadap meningkatnya konflik bersenjata antara India dan Pakistan yang terjadi pada Rabu (7/5).

Eskalasi antara negara tetangga bersenjata nuklir itu terjadi setelah serangan 22 April di Jammu dan Kashmir yang dikelola India yang menewaskan 26 orang.

India menyalahkan Pakistan atas serangan itu dan menuding adanya keterkaitan lintas batas antara Pakistan dengan pelaku serangan, tapi Pakistan membantah tudingan itu.

Kedua negara saling merespons setelah serangan itu, termasuk menangguhkan visa dan mengusir diplomat.****

 

Pos terkait