Begini Skema Khusus Evakuasi Jemaah saat di Terowongan Mina

Begini Skema Khusus Evakuasi Jemaah saat di Terowongan Mina

Fajarasia.id – Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah lanjut usia (lansia) dan berisiko tinggi (risti) mendapat perhatian khusus. Salah satu titik rawan adalah pergerakan jemaah di Terowongan Mina menuju Jamarat.

Tim Penanganan Krisis Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) bertugas memberikan pertolongan pertama kepada jemaah haji yang mengalami kelelahan dan kecelakaan kecil. PKP2JH juga bertugas untuk melayani lansia dan penyandang disabilitas di hotel.

Kepala Seksi Lansia, Disabilitas, dan PKP2JH Daker Madinah, Didit Sigit Kurniawan memastikan, timnya telah siaga dengan skema khusus bagi jemaah berisiko tinggi. PKP2JH, lanjut dia, akan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

“Pada puncak ibadah di Armuzna, terutama di Jamarat, tim PKP2JH akan berkolaborasi dengan Linjam (Perlindungan Jemaah), Tim Lansia. Kemudian, MCH (Media Center Haji), serta rumah sakit di Arab Saudi, khususnya di sekitar Mina,” kata Didit kepada Media Center Haji, ditulis Senin (2/6/2025).

Menurutnya, skema utama yang diterapkan adalah evakuasi estafet. Jemaah yang kelelahan atau memerlukan bantuan akan didorong dari satu pos ke pos berikutnya.

Nantinya, akan ada lima pos yang disiagakan. “Setiap pos akan dijaga oleh personel PKP2JH, Linjam, Tim Lansia, dan MCH yang siap siaga,” katanya

Untuk jemaah yang masih mampu duduk, evakuasi dilakukan dengan kursi roda. Namun, jika kondisinya berat atau tidak bisa duduk, maka mereka akan dibawa menggunakan tandu.

“Jika kejadian terjadi di tengah kerumunan, kami akan berkoordinasi dengan askar (pasukan keamanan Arab Saudi) setempat. Di mana mereka akan memanggil ambulans ke rumah sakit terdekat,” katanya, menjelaskan.

Ambulans yang digunakan telah dilengkapi fasilitas mini-ICU dan siap menangani kondisi gawat darurat. “Ambulans ini dikawal askar dan menggunakan sirine untuk menembus kerumunan,” ujarnya.

Namun, untuk kasus kelelahan ringan, jemaah cukup dibawa ke tenda yang teduh untuk beristirahat dan memulihkan diri. “Kalau hanya kelelahan, biasanya kami bawa ke tempat yang teduh yang sudah disiapkan di setiap pos, karena cuaca di sana sangat panas,” katanya.****

 

Pos terkait