Fajarasia.id – Polda Aceh mengonfirmasi kabar keterlibatan Bripda Muhammad Rio, anggota Brimob Polda Aceh, yang disebut bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia dan berada di kawasan konflik Donbass. Kasus ini mencuat setelah beredar foto dan video yang menunjukkan Rio mengenakan atribut militer Rusia.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa Rio telah berstatus disersi sejak 8 Desember 2025 karena meninggalkan tugas tanpa izin. Sebelumnya, ia dijatuhi sanksi demosi selama dua tahun akibat pelanggaran kode etik berupa dugaan perselingkuhan dan pernikahan siri. “Putusan itu ditetapkan melalui Sidang KKEP pada 14 Mei 2025. Namun sejak Desember, ia tidak lagi masuk dinas,” kata Joko, Sabtu (17/1/2026).
Upaya pencarian sempat dilakukan oleh Provos ke rumah orang tua dan kediaman pribadi Rio, disertai dua kali surat panggilan resmi. Namun, pada 7 Januari 2026, Rio justru mengirim pesan WhatsApp kepada anggota Provos yang berisi informasi dirinya telah bergabung dengan tentara bayaran Rusia, lengkap dengan detail proses pendaftaran dan nominal gaji dalam rubel.
Data perjalanan menunjukkan Rio terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Shanghai pada 18 Desember 2025, lalu melanjutkan penerbangan ke Haikou sehari kemudian. Berdasarkan bukti tersebut, Bidang Propam Polda Aceh menggelar sidang KKEP secara in absentia dan akhirnya menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). “Secara akumulatif, Rio sudah tiga kali disidang KKEP, dengan putusan terakhir berupa PTDH,” tegas Joko.
Kasus ini bukan yang pertama. Tahun lalu, seorang mantan prajurit Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, juga diketahui bergabung dengan tentara bayaran Rusia. Kedutaan Besar Rusia di Jakarta menegaskan perekrutan dilakukan atas kehendak pribadi, bukan melalui jalur resmi diplomatik.
Fenomena ini menyoroti tantangan serius bagi aparat keamanan Indonesia dalam menjaga disiplin internal, sekaligus menunjukkan bagaimana konflik internasional dapat menarik individu dari berbagai negara untuk terlibat sebagai tentara bayaran.





