Bapanas edukasi keberagaman pangan berbasis sumber lokal ke siswa SD

Bapanas edukasi keberagaman pangan berbasis sumber lokal ke siswa SD

Fajarasia.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA) menanamkan pentingnya pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya pangan lokal harus sejak dini dengan memberikan edukasi kepada siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

“Untuk menanamkan pola konsumsi pangan B2SA harus dimulai sejak dini. Nah dengan cara kreatif seperti lomba mewarnai ini kita harapkan anak-anak mulai memahami beragam pangan lokal yang sesuai dengan B2SA,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Jakarta,Jumat (17/11/2023).

Arief menyampaikan bahwa Bapanas pada tahun ini mempunyai capaian skor Pola Pangan Harapan (PPH) di angka 94,1 atau lebih tinggi dari capaian tahun lalu yaitu 92,9.

‚ÄúDengan masifnya sosialisasi dan edukasi B2SA seperti ini, tentu kita ingin skor PPH kita ada kenaikan,” ujarnya.

Perkembangan skor PPH tahun lalu digambarkan dalam beberapa komponen sumber makanan yakni sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral. Berdasarkan hasil pengukuran skor PPH, jumlah konsumsi padi-padian tahun 2022 sebesar 304,6 gram/kap/hari, jumlah tersebut jauh lebih melampaui dari target ideal yang ditetapkan yaitu 289 gram/kap/hari.

Namun, konsumsi sumber protein asal hewani sebesar 126 gram/kap/hari, jumlah tersebut masih lebih rendah dari target yang ditetapkan yaitu 157 gram/kap/hari. Sama halnya dengan konsumsi sayur dan buah, pada tahun 2022 sebesar 237,5 gram/kapita/hari, jumlah tersebut juga masih lebih rendah dari target yang ditetapkan yaitu 262 gram/kapita/hari.

Senada, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA Andriko Noto Susanto mengatakan edukasi dan sosialisasi secara masif akan pentingnya mengonsumsi sayur dan buah sangat diperlukan mengingat masih rendahnya konsumsi masyarakat.

“Seperti yang diketahui, kelompok sayur dan buah sangat penting peranannya dalam pencapaian kualitas sumberdaya manusia. Masih rendahnya konsumsi sayur dan buah tersebut lebih disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sumber vitamin dan mineral serta serat,” tutur Andriko.

Selain melalui event perlombaan, NFA juga aktif melakukan edukasi, sosialisasi, dan promosi kepada siswa SD. Berkolaborasi bersama dengan pemerintah daerah dan dinas pangan kabupaten/kota, sepanjang tahun 2023 NFA telah melaksanakan program B2SA Goes to School yang menyasar 128 sekolah di 32 provinsi.****

Pos terkait