Bahlil Ungkap Dalang Ribut soal BBM Bioetanol E10 

Bahlil Ungkap Dalang Ribut soal BBM Bioetanol E10 

fajarasia.id  – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka suara soal pihak yang menentang kebijakan pencampuran etanol 10% (E10) dalam bensin. Ia menyebut ada dua kelompok yang paling ribut: masyarakat yang belum paham manfaat etanol dan para importir BBM.

“Begitu kita buat perencanaan E10 sudah pada ribut. Pertama karena belum dapat penjelasan utuh, kedua ya importir. Tulis besar-besar aja enggak apa-apa,” kata Bahlil, Selasa (9/12).

Menurutnya, wajar jika importir keberatan karena pasar mereka tergerus. Setelah impor solar dan avtur ditekan lewat biodiesel, kini giliran bensin yang akan dikurangi lewat substitusi etanol berbahan baku tebu, singkong, sorgum, hingga jagung.

Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan tunduk pada tekanan pengusaha. “Negara enggak boleh dikendalikan pengusaha. Yang mengatur pengusaha adalah negara,” tegasnya.

Program E10 ditargetkan berjalan paling lambat 2027. Kebijakan ini bagian dari strategi menekan impor bensin yang saat ini mencapai 27 juta ton per tahun.

Pemerintah masih menyiapkan pabrik etanol dalam negeri sebelum mandatori E10 resmi dijalankan.

Pos terkait