Fajarasia.id – Badai Goretti melanda Eropa utara dan memicu kekacauan besar. Ribuan rumah gelap gulita, sekolah ditutup, hingga transportasi lumpuh di tengah musim dingin ekstrem.
Di Prancis, sekitar 380 ribu rumah tangga mengalami pemadaman listrik pada Jumat (9/1/2026), terutama di wilayah Normandia utara. Penyedia listrik nasional Enedis menyebut gangguan juga meluas ke Brittany, Picardy, hingga Ile-de-France.
“Sebagian besar pemadaman terjadi akibat angin kencang yang merusak jaringan distribusi listrik,” kata Enedis, dikutip AFP.
Badai Goretti membawa hembusan angin ekstrem hingga 216 km/jam di wilayah Manche, Prancis barat laut. Angin kencang menumbangkan pepohonan dan merusak bangunan, meski otoritas setempat memastikan tidak ada korban luka.
Dampak badai juga menghantam Inggris. BBC melaporkan sekitar 65 ribu rumah tangga kehilangan aliran listrik. Kantor Meteorologi Inggris bahkan mengeluarkan peringatan angin merah, level tertinggi yang jarang dikeluarkan, untuk wilayah Cornwall dan Kepulauan Scilly. Angin diperkirakan mencapai 160 km/jam disertai gelombang laut besar.
Selain angin, badai juga membawa salju lebat. Peringatan salju tingkat amber dikeluarkan di Wales, Inggris tengah, dan Inggris utara, dengan ketebalan salju mencapai 30 cm di beberapa wilayah. Akibatnya, perjalanan kereta terganggu parah dan warga diminta menghindari perjalanan yang tidak mendesak.
Di Prancis utara, sekolah-sekolah ditutup di puluhan wilayah. Prefektur Manche mengimbau warga untuk tetap berlindung dan menyiapkan penerangan darurat serta persediaan air minum.
Cuaca ekstrem juga meluas ke Jerman dan kawasan Balkan. Di Jerman, salju lebat dan angin kencang mengganggu sekolah, rumah sakit, serta transportasi publik. Perusahaan kereta Deutsche Bahn mengerahkan lebih dari 14 ribu pekerja untuk membersihkan rel dan peron, sementara suhu diperkirakan turun hingga minus 20 derajat Celsius.
Ahli meteorologi DWD, Andreas Walter, menyebut badai ini sebagai pengecualian setelah beberapa tahun musim dingin relatif hangat. “Masih mungkin terjadi bulan yang sangat dingin dan bersalju, tetapi kejadian seperti ini akan semakin jarang di masa depan,” ujarnya, menyinggung kaitan fenomena ini dengan perubahan iklim.
Di kawasan Balkan, kombinasi hujan deras dan salju lebat memicu banjir mematikan. Polisi Albania menemukan jenazah seorang pria di Durres setelah terseret arus banjir.
Secara keseluruhan, badai Goretti telah menewaskan sedikitnya delapan orang dan memperlihatkan betapa rapuhnya infrastruktur Eropa menghadapi bencana alam berskala besar.




