Fajarasia.id – Kota Manado, Sulawesi Utara, mengalami inflasi 0,36 persen di Bulan Januari 2023.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara Asim Saputra menjelaskan, dari sebelas kelompok pengeluaran di Manado, secara year on year (yoy) delapan kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks.
Kelompok tersebut, transportasi sebesar 23,43 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 6 persen.
Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 3,17 persen.
Lalu, kelompok makanan, minuman dan tembakau 2,06 persen; pakaian dan alas kaki 1,61 persen; kesehatan 0,91 persen.
Perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,67 persen dan penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,58 persen.
Dua kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 1,13 persen dan informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.
“Sedangkan kelompok pendidikan cenderung stagnan,” kata Asim, Kamis(2/02/2023).
Dijelaskan, penyumbang inflasi terbesar secara year on year (yoy) pada Bulan Januari yaitu angkutan udara sebesar 0,9968 persen.
Katanya, harga tiket pesawat yang naik di awal Januari karena efek arus balik menjadi pemicu inflasi.
“Sedangkan komoditi penyumbang deflasi terbesar yaitu kangkung sebesar 0,1681 persen,” jelasnya.
Adapun penyumbang inflasi terbesar secara month to month (mtm) pada Bulan Januari 2023 yaitu beras sebesar 0,1594 persen.
Sedangkan penyumbang deflasi terbesar adalah cabai rawit sebesar 0,1028 persen.
Pada Bulan Januari 2023, inflasi tahun kalender Manado sebesar 0,36 persen dan inflasi year on year (yoy) sebesar 4,20 persen.****





