Fajarasia.id — Anggota Komisi III DPR RI, Martin Daniel Tumbeleka, meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh kasus kebakaran rumah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu. Ia menilai peristiwa tersebut tidak boleh dianggap remeh karena menyangkut keamanan pribadi hakim sekaligus independensi lembaga peradilan.
“Jangan berhenti pada dugaan awal. Kalau ada indikasi unsur pidana, harus ditindak tegas,” ujar Martin di Jakarta.
Martin menekankan bahwa hakim merupakan garda terdepan dalam menegakkan keadilan, sehingga negara wajib menjamin perlindungan terhadap mereka. Menurutnya, tanpa jaminan keamanan yang kuat, independensi peradilan bisa terancam.
“Negara wajib menjamin rasa aman bagi setiap hakim. Perlindungan harus nyata agar tidak menimbulkan rasa takut bagi aparat penegak hukum,” tegasnya.
Dorongan ke MA dan KY
Selain mendesak kepolisian, Martin juga mendorong Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) untuk ikut mengawal kasus ini. Ia menilai kedua lembaga tersebut perlu memperkuat sistem keamanan di lingkungan peradilan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kronologi Peristiwa
Rumah milik Hakim Khamozaro Waruwu terbakar pada Selasa (4/11) pagi, saat ia tengah memimpin sidang perkara dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara. Kebakaran terjadi ketika Khamozaro berada di PN Medan, dan ia baru mengetahui insiden tersebut setelah dihubungi tetangga melalui telepon.
Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran ini menimbulkan kekhawatiran karena Khamozaro sedang menangani perkara besar yang menyita perhatian publik.
Penegasan
Martin menekankan bahwa pengungkapan kasus ini harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat. Ia berharap aparat penegak hukum segera memastikan penyebab kebakaran dan memberikan perlindungan maksimal bagi hakim di seluruh Indonesia.***





