Fajarasia.id — Potensi pariwisata dan kebudayaan Provinsi Riau dinilai masih menyimpan ‘harta karun’ yang belum tergarap optimal di panggung nasional. Kolaborasi strategis antara DPR RI dan pemerintah daerah kini diperkuat guna menaikkan kelas berbagai destinasi serta agenda budaya daerah agar masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan komitmennya untuk mengawal berbagai potensi daerah agar tidak hanya dikenal secara lokal, melainkan mampu menyedot perhatian wisatawan nusantara hingga mancanegara.
“Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ini tentu tidak terlepas dari keinginan dan komitmen kepala daerah. Kita membuka diri untuk bersama-sama memperjuangkan potensi wisata daerah agar mendapatkan perhatian dan pengakuan di tingkat nasional,” ujar Hendry dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di sela Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bengkalis, pekan lalu. Hendry menyebut daya tarik populer seperti Pulau Rupat, Pacu Jalur, Bakar Tongkang, dan Perang Air perlu terus diimbangi dengan dorongan pada potensi lain, seperti Festival Kampung Patin di Kampar, Istana Siak, Lampu Colok di Bengkalis, Petang Megang di Pekanbaru, hingga fenomena alam Ombak Bono di Pelalawan.
Sinyal lemahnya jangkauan promosi diakui Asisten Bupati Bengkalis, Johansyah Alfi. Menurutnya, selama ini narasi keindahan wisata daerah sering kali berhenti di lingkungan sendiri.
“Saat ini kita mengakui belum optimalnya strategi promosi dan pemasaran. Promosi itu laksana jembatan antara peluang dan potensi yang ada,” tegas Johansyah.
Gayung bersambut, Anggota Komisi I DPRD Bengkalis Zahraini menyambut positif penguatan kapasitas bagi para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal. Sinergi lintas sektor dari tingkat pusat hingga daerah ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi kebangkitan ekosistem pariwisata Riau.****





