Fajarasia.id — Langkah penguatan kemitraan strategis Indonesia dan China terus diperluas melalui sektor industri teknologi masa depan. Misi ini diwujudkan lewat kunjungan delegasi pemuda Indonesia ke dua pusat manufaktur terkemuka di Provinsi Shanxi, China, guna menjajaki potensi alih teknologi dan pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri.
Agenda utama dalam pertukaran pemuda bilateral tersebut berfokus pada pemetaan keunggulan manufaktur cerdas China—mulai dari otomatisasi alat berat berteknologi 5G hingga pengembangan kendaraan energi baru—yang dinilai dapat melengkapi percepatan pembangunan infrastruktur dan properti di Indonesia.
Saat meninjau fasilitas Taiyuan Heavy Machinery Group, para delegasi yang terdiri atas praktisi teknik, hukum, hingga pendidikan mengamati secara langsung otomatisasi lini produksi dan platform riset digital. Perusahaan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar utama dari distribusi produknya ke lebih dari 70 negara.
Wakil Ketua Asosiasi Pemuda China Indonesia, Muhammad Rodli Kaelani, mengapresiasi tingkat presisi dan efisiensi manufaktur otomatis berbasis kecerdasan buatan tersebut. Kunjungan industri ini diharapkan menjadi fondasi konkrit bagi kerja sama lintas sektor, termasuk konstruksi, real estat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Sementara itu, Ketua Delegasi sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-China (PPIT), Aswen Susisyo Utomo, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan membangun jembatan diplomasi ekonomi dan budaya yang berkelanjutan antar-generasi muda kedua negara demi memperkuat relasi bilateral jangka panjang.***





