Fajarasia.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam rangkaian serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Kepastian itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan keamanan akibat serangan yang diklaim dilakukan kelompok Houthi.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.
“Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Riyadh pascaserangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada 10 dan 11 Oktober 2026,” ujar Yvonne, Rabu (14/10/2026).
Data Kemlu menunjukkan terdapat sekitar 581.000 WNI di Arab Saudi, dengan 37.494 orang di antaranya berada di Riyadh. Hingga kini, tidak ada laporan WNI yang meninggal dunia maupun mengalami luka akibat insiden tersebut.
“Hingga saat ini tidak terdapat WNI yang menjadi korban meninggal dunia maupun menjadi korban luka,” kata Yvonne.
Sebagai langkah antisipasi, Kemlu melalui KBRI Riyadh telah menerbitkan imbauan kepada seluruh WNI agar meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta menghindari lokasi yang berpotensi berisiko, terutama area sekitar Bandara Internasional King Khalid, serta menunda perjalanan yang tidak mendesak.
Selain itu, WNI yang memiliki rencana keberangkatan atau kedatangan ke Arab Saudi diminta memastikan kembali status penerbangan mereka kepada maskapai masing-masing dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan otoritas setempat maupun KBRI Riyadh.
Di tengah situasi tersebut, pelayanan bagi WNI dipastikan tetap berjalan. KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah terus beroperasi untuk memberikan layanan kekonsuleran serta perlindungan kepada warga Indonesia.
Sementara itu, otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid hingga Sabtu (17/10/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul serangkaian serangan yang mengganggu operasional bandara dan memaksa sejumlah maskapai membatalkan penerbangan.
Meski situasi keamanan menjadi perhatian, pemerintah Indonesia memastikan kondisi WNI di Riyadh tetap terpantau dan hingga saat ini seluruhnya berada dalam keadaan aman.****





