Penembakan Gereja di Karak Tewaskan 7 Orang, Raja Yordania Bersumpah Tindak Bersenjata

Penembakan Gereja di Karak Tewaskan 7 Orang, Raja Yordania Bersumpah Tindak Bersenjata

Fajarasia.id — Raja Yordania Abdullah II menegaskan akan menindak tegas para pelaku penembakan di Gereja Hamoud, wilayah Karak, yang menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 40 warga lainnya. Insiden yang terjadi di tengah prosesi pemakaman pada Sabtu (24/10/2026) tersebut dikategorikan oleh pihak berwenang sebagai aksi terorisme oleh kelompok ekstremis.

“Serangan teroris terhadap Karak akan dibalas dengan tindakan paling keras. Mereka yang berkhayal bisa memecah belah rakyat Yordania dengan peluru tidak akan memiliki peluang di hadapan persatuan kita,” tegas Raja Abdullah II saat mendatangi lokasi kejadian, beberapa jam pasca-serangan.

Insiden penembakan ini tergolong peristiwa langka di Yordania, negara yang selama ini dikenal relatif stabil di kawasan Timur Tengah. Rekaman kamera pengawas yang telah diverifikasi menunjukkan tiga pria bersenjata melepaskan tembakan beruntun dari luar kompleks gereja sebelum menerobos masuk ke area utama.

Menteri Dalam Negeri Yordania Mazin Al Farrayeh menyatakan bahwa investigasi tengah berjalan untuk mengidentifikasi jaringan di balik para pelaku. Sementara itu, Kepala Direktorat Keamanan Publik Mayor Jenderal Abdallah al-Maaytah menyampaikan bahwa pengejaran intensif terhadap kelompok penyerang terus dilakukan.

Perdana Menteri Yordania Jafar Hassan menyebut aksi brutal tersebut dipicu oleh doktrin ekstremisme radikal. Kecaman internasional turut mengalir, salah satunya dari Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan rumah ibadah tidak dapat dibenarkan.

Peristiwa ini mengguncang komunitas lokal di Karak, mengingat umat Kristen minoritas di Yordania selama ini hidup berdampingan secara damai. Pihak kepolisian kini meningkatkan pengamanan di berbagai objek vital dan rumah ibadah di seluruh penjuru negeri.****

Pos terkait