KDM : Normalisasi Kali CBL di Bekasi Ditarget Tuntas Tahun Ini

KDM : Normalisasi Kali CBL di Bekasi Ditarget Tuntas Tahun Ini

Fajarasia.id  – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) sepanjang 16 kilometer di Kabupaten Bekasi rampung pada 2026. Ia meminta pemerintah daerah segera menuntaskan sisa pekerjaan sepanjang satu kilometer agar fungsi sungai sebagai pengendali banjir dapat dioptimalkan.

Dedi mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi segera memenuhi kekurangan anggaran untuk menyelesaikan proyek tersebut. Menurut dia, kebutuhan biaya sekitar Rp 2 miliar untuk pekerjaan tersisa dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten.

“Harus kelar tahun ini. Butuh biaya berapa untuk sisanya? Rp 2 miliar itu selesai lah sama Kabupaten Bekasi saja,” kata Dedi di Bandung, Selasa (27/10/2026).

Selain percepatan pengerukan, Dedi menyoroti tiga jembatan di Desa Sriamur yang dinilai berpotensi menghambat aliran air menuju Kali CBL. Ia meminta jembatan tersebut dibongkar terlebih dahulu agar proses normalisasi berjalan optimal, kemudian dibangun kembali setelah pengerjaan selesai.

Dedi mengatakan, alat berat akan disiapkan untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar sungai. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kapasitas aliran air, terutama ketika curah hujan meningkat.

Penanganan banjir di Kabupaten Bekasi tidak hanya difokuskan pada Kali CBL. Dedi juga menyoroti pendangkalan Kali Mati di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, yang mengalami sedimentasi parah hingga sebagian alirannya beralih fungsi menjadi kebun warga.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berpengaruh terhadap kelancaran aliran air dan kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat.

Dedi menyebut, penanganan Kali Mati akan dilakukan melalui normalisasi dan penyelesaian persoalan permukiman yang terdampak. Warga yang rumahnya perlu direlokasi akan disiapkan pengganti bangunan baru.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berencana membahas langkah penanganan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mempercepat pekerjaan dalam kondisi darurat.

“Ini kan darurat dan hujan ke depan tidak bisa kita prediksi. Nanti kita gunakan anggaran BTT. Kalau tidak selesai tahun ini, kita lanjutkan tahun depan,” ujar Dedi.

Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyambut baik dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam percepatan normalisasi sungai. Ia memastikan pemerintah kabupaten akan segera menyelesaikan kekurangan anggaran agar target pengerjaan Kali CBL dapat tercapai tahun ini.

“Kita akan selesaikan normalisasi Kali CBL tahun ini dan kekurangan anggarannya akan segera kita selesaikan tahun ini juga,” kata Asep.

Menurut dia, normalisasi tersebut mencakup aliran Kali CBL dari wilayah Cikarang hingga pertemuannya dengan Kali Bekasi.

Pemkab Bekasi juga menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dalam pemulihan Kali Mati, termasuk mencari solusi bagi warga yang rumahnya terdampak penataan bantaran sungai.

Asep berharap normalisasi kedua sungai tersebut dapat mengembalikan fungsi aliran air dan mengurangi risiko banjir di wilayah utara Kabupaten Bekasi.

Meski demikian, efektivitas penanganan banjir tidak hanya bergantung pada pengerukan sungai. Pemeliharaan berkala, pengendalian sedimentasi, penataan bantaran, serta pengelolaan drainase juga diperlukan agar kapasitas aliran air tetap terjaga ketika hujan deras melanda.****

Pos terkait