50.000 Hektar Sawah Puso akibat El Nino, Kementan Genjot Pompanisasi

50.000 Hektar Sawah Puso akibat El Nino, Kementan Genjot Pompanisasi

Fajarasia.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat luasan lahan sawah yang mengalami gagal panen (puso) akibat fenomena El Nino diperkirakan membengkak hingga mencapai 50.000 hektare (ha). Angka ini meningkat dibanding posisi tiga bulan lalu yang berada di kisaran 30.000 ha.

Meski terjadi peningkatan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan kondisi ketahanan pangan secara nasional masih terkendali. Menurutnya, proporsi area terdampar puso terhitung kecil apabila dibandingkan dengan perkiraan total luas tanam pertanian nasional yang diproyeksikan mencapai 11 juta ha hingga akhir tahun.

“Perkiraan sekarang maksimal 50.000 hektare. Total luas lahan pertanian kita kan sampai akhir tahun itu diperkirakan mencapai 11 juta hektare,” ujar Amran di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Guna menekan perluasan dampak kekeringan di berbagai daerah, Kementan menggencarkan sejumlah program mitigasi di lapangan. Intervensi dilakukan lewat percepatan perbaikan irigasi, pompanisasi, irigasi perpompaan (irpom), hingga optimalisasi lahan (oplah).

Pemerintah juga mulai mendistribusikan varietas benih unggul yang memiliki ketahanan terhadap kondisi kering, serta benih berproduktivitas tinggi memanfaatkan skema Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS).

“Irigasi jalan, pompanisasi jalan, irpom jalan, oplah jalan. Semua jalan. Benih yang tahan kekeringan juga kami kirim,” jelas Amran.

Di tengah tantangan cuaca, Amran menyoroti harga gabah di tingkat petani yang saat ini bertahan di level tinggi. Pemerintah memilih tidak menekan harga di tingkat produsen agar para petani dapat menikmati tren positif tersebut.

Sebagai gantinya, stabilitas harga beras di tingkat konsumen diimbangi lewat intervensi Perum Bulog melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), operasi pasar, serta penyaluran bantuan pangan.

“Biarkan petani menikmati harganya, tetapi Bulog melakukan operasi pasar. Ada juga SPHP dan bantuan pangan untuk konsumen,” pungkas Amran.***

Pos terkait