Fajarasia.id – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi kesehatan yang akurat. Khususnya, terkait pencegahan kanker serviks di Indonesia.
Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menuturkan bahwa akses masyarakat terhadap informasi yang benar menjadi sebuah tantangan terbesar penanggulangan kanker serviks saat ini. Ia menekankan bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker yang sebenarnya dapat dicegah seutuhnya melalui imunisasi HPV dan deteksi dini.
“Dalam pencegahan kanker serviks atau kanker leher rahim, peran media sangat penting untuk menghadirkan pemberitaan kesehatan yang akurat, empatik, dan berbasis bukti ilmiah. Faktanya, kanker serviks dapat dicegah sepenuhnya melalui imunisasi HPV dan deteksi dini,” kata Veronica Tan saat memberikan sambutan dalam Diskusi Media peringatan Hari Kanker Leher Rahim Sedunia di Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025).
Lebih lanjut, Veronica mengingatkan bahwa masyarakat kini menghadapi risiko paparan informasi palsu terkait kesehatan. Khususnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Di tengah perkembangan AI, kita menghadapi risiko hoaks yang menimbulkan ketakutan dan kebingungan masyarakat. Di sinilah media berperan,” ujar Veronica.
Veronica mendorong media untuk terus mengambil bagian dalam edukasi publik dengan menguatkan jurnalisme kesehatan yang bertanggung jawab. Sehingga perempuan di seluruh Indonesia mendapatkan informasi yang benar dan dapat melindungi diri dari kanker serviks.
“Menurut data World Health Organization (WHO) dan United Nations Population Fund (UNFPA), Indonesia termasuk negara dengan angka kanker leher rahim tertinggi di Asia. Tercatat sekitar 36.000 kasus baru dan 21.000 kematian akibat kanker leher rahim setiap tahunnya di Indonesia,” ujar Veronica.
Di sisi lain, External Affairs Director Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia, Dudit Triyanto menyampaikan penyebaran informasi akurat merupakan empati, kejujuran, dan tanggung jawab bersama. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tercatat lebih dari 1.900 konten hoaks sepanjang tahun 2024 dan 163 di antaranya berkaitan dengan isu kesehatan.
“AI telah membantu kita dalam mencari dan menggali informasi. Melalui peran media, kami berharap literasi masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga perempuan Indonesia dapat terlindungi dari risiko dan ancaman kanker leher rahim,” kata Dudit. *****




