TNI AL Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal di Perairan Tanjungbalai, Potensi Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

Aparat TNI AL Geledah Kapal yang angkut Penyelundupan Barang Ilegal Asal Malaysia di Perairan Tanjungbalai

Fajarasia.id  – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan (Lanal TBA) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal asal Malaysia di perairan Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Barang selundupan berupa ratusan ballpress pakaian bekas serta berbagai makanan dan minuman ditemukan di dua kapal kargo yang berhasil diamankan oleh tim gabungan TNI AL.

Bacaan Lainnya

Dua Kapal Kargo Diamankan

Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Agung Dwi H.D., menjelaskan bahwa operasi yang digelar Kamis (6/11/2025) melibatkan Pusintelal Mabesal, Denintel Kodaeral I, dan F1QR Lanal TBA. Dalam operasi tersebut, tim berhasil menghentikan dua kapal kargo asal Malaysia, yakni KM. Jasa Kita Bersama (GT. 98) dan KM. King Bee (GT. 200).

  • KM. Jasa Kita Bersama kedapatan membawa 83 ballpress pakaian bekas dan 171 kotak berisi makanan serta minuman.
  • KM. King Bee mengangkut 73 ballpress, 69 kotak makanan dan minuman, serta tiga ban mobil.

Kerugian Negara Berhasil Dicegah

Dalam konferensi pers virtual bersama Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I Belawan, Agung Dwi menyampaikan apresiasi atas kesigapan prajurit Lanal TBA. “Langkah cepat ini berhasil mencegah potensi kerugian negara hingga Rp1,5 miliar,” tegasnya.

Seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada Bea dan Cukai Teluk Nibung untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Komitmen Menjaga Kedaulatan Laut

Agung Dwi menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata sinergi antarunit intelijen dan patroli laut TNI AL. “TNI AL berkomitmen untuk terus menegakkan hukum di laut, menjaga kedaulatan negara, serta melindungi kepentingan ekonomi nasional dari ancaman penyelundupan,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya menjaga keamanan laut dan melindungi jalur perairan strategis Indonesia dari aktivitas ilegal lintas negara.****

Pos terkait