Fajarasia.id – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menegaskan perlunya memperluas program swasembada pangan nasional. Tidak hanya beras dan jagung, ia mendorong agar Indonesia segera mencapai swasembada komoditas strategis lain seperti gula, kedelai, bawang putih, hingga garam.
“Ke depan Indonesia harus mampu meraih swasembada beberapa komoditas pangan penting. Jangan hanya beras dan jagung, tetapi juga gula, garam, kedelai, bawang putih, serta berbagai jenis bawang,” ujar Titiek dalam keterangan resmi.
Menurutnya, penguatan produksi dalam negeri menjadi langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan impor. Ia menekankan pentingnya peningkatan penanaman kedelai lokal agar kebutuhan bahan baku pangan seperti tempe dapat dipenuhi dari hasil petani Indonesia.
Titiek juga menyoroti peran akademisi dalam menemukan bibit unggul yang sesuai dengan iklim Indonesia. “Kalau pernah gagal, jangan berhenti. Harus diulang lagi dengan penelitian dan pendampingan. Enggak perlu bibit impor, yang lokal saja cukup,” tegasnya.
Setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, Titiek berharap target swasembada komoditas lain dapat segera diwujudkan, terutama bawang putih dan kedelai yang tingkat impornya masih tinggi. Ia menekankan bahwa percepatan swasembada pangan harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat.





