Titiek Puspa Meninggal, Ini Penyebab-Gejala Pendarahan Otak

Titiek Puspa Meninggal, Ini Penyebab-Gejala Pendarahan Otak

Fajarasia.id – Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air, legenda hidup Eyang Titiek Puspa dikabarkan tutup usia, Kamis (10/4/2025). Penyanyi legendaris yang meninggal dunia di Medistra Hospital Jakarta.

Titiek Puspa meninggal dunia sekitar pukul 16.25 WIB. Titiek Puspa masuk rumah sakit usai mengalami pecah pembuluh darah dan pendarahan.

Diketahui pecah pembuluh darah di bagian kepala atau pendarahan otak adalah kondisi medis yang cukup berbahaya. Mengutip Cleveland Clinic, jaringan otak kemungkinan tidak lagi mendapatkan suplai oksigen.

Hal itu karena pembuluh darah bocor atau pecah. Pendarahan yang mengganggu aliran darah di sekitar atau di dalam otak disertai oksigen yang mendadak tidak tersuplai.

membuat sel-sel otak pun menjadi mati. Akibatnya, fungsi tubuh yang dikendalikan oleh sel-sel saraf pada otak yang terkena imbas akan turut terganggu.

Berikut faktor risiko pemicu pendarahan otak:

1. Trauma kepala

2. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

3. Aterosklerosis (menumpuknya lemak, kolesterol, dan zat lain di dalam dan di dinding arteri.

4. Aneurisma (pelemahan pada dinding pembuluh darah yang membengkak)

5. Kelainan pembuluh darah

6. Angiopati amiloid serebral (penumpukan protein amiloid di dalam dinding arteri otak)

7. Terapi pengencer darah

8. Tumor otak

9. Gaya hidup tak sehat

Gejala pendarahan otak tergantung pada area otak yang terkena. Namun secara umum, gejala pendarahan otak meliputi:

1. Tiba-tiba kesemutan, merasa lemah, mati rasa, atau lumpuh pada wajah, lengan maupun tungkai, terutama pada satu sisi tubuh

2. Sakit kepala

3. Mual dan muntah

4. Rasa bingung

5. Kejang

6. Kesulitan menelan

7. Kehilangan penglihatan atau kesulitan melihat

8. Kehilangan keseimbangan atau koordinasi

9. Leher kaku dan sensitif terhadap cahaya

10. Bicara menjadi tidak normal atau cadel

11. Kesulitan membaca, menulis, atau memahami pembicaraan

12. Penurunan kesadaran atau kewaspadaan dan kurang energi 13. Kesulitan bernapas dan detak jantung tidak normal (jika perdarahan terletak di batang otak).****

 

Pos terkait