Fajarasia.id — Proses identifikasi korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo terus berlanjut. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap identitas delapan jenazah tambahan yang sebelumnya belum teridentifikasi.
Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr M Khusnan Marzuki, menyampaikan bahwa identifikasi dilakukan melalui metode forensik seperti pencocokan DNA, pemeriksaan medis, serta analisis properti milik korban. “Hari ini, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi delapan kantong jenazah,” ujarnya dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Kamis (9/10).
Dengan penambahan ini, total korban yang telah teridentifikasi mencapai 48 orang dari 67 kantong jenazah yang diterima rumah sakit. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa tim DVI bekerja tanpa henti selama 24 jam, berkolaborasi dengan berbagai instansi dan ahli forensik untuk mempercepat proses identifikasi.
Berikut daftar nama korban yang berhasil diidentifikasi pada hari ini:
1. Moch. Adam Fidiansyah (12 tahun) – Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo
2. Muhammad Raihan Jamil (14 tahun) – Kemayoran, Krembangan, Surabaya
3. Mohammad Abdul Rohman Nafis (15 tahun) – Pulungan, Sedati, Sidoarjo
4. M. Ghifari Chasbi (15 tahun) – Tamansari, Wonorejo, Pasuruan
5. Moh Toni Afandi (14 tahun) – Sidotopo, Semampir, Surabaya
6. Ach. Ramzi Fariki (15 tahun) – Padurenan, Gunung Sindur, Bogor
7. Abdullah As Syadid (16 tahun) – Alas Kokon, Modung, Bangkalan
8. Arif Afandi (15 tahun) – Wonorejo, Tegalsari, Surabaya
Proses identifikasi ini menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban dan memastikan penanganan tragedi berjalan secara transparan dan manusiawi. Polda Jatim menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh proses identifikasi dengan penuh kehati-hatian dan profesionalisme.****




