Fajarasia.id – Film ‘Jodoh 3 Bujang’ suguhkan nuansa lokal Makassar-Bugis lengkap dengan adat, bahasa, dan nilai tradisionalnya. Para pemain mengaku harus belajar ekstra karena tidak memiliki latar belakang budaya Bugis-Makassar.
Aisha Nurra Datau atau yang kerap disapa Nurra, berperan sebagai Rifa di film ‘Jodoh 3 Bujang’. Rifa adalah gadis Makassar dengan latar belakang pendidikan tinggi dan berasal dari keluarga kaya raya.
Memerankan sebagai gadis makassar padahal tidak berdarah Makassar tentunya menjadi tantangan bagi Nurra. Ia menceritakan kisah menariknya belajar bahasa Makassar dengan resepsionis hotelnya saat sedang proses shooting.
“Ngobrol sama Mas-mas yang jaga, yang resepsionis itu. Aku tarik kayak ‘Mas, please bentar’,”katanya dalam Konferensi Pers film ‘Jodoh 3 Bujang’ di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
“Dia bikinin dialog yang khas Makassarnya, terus aku berlatih sama dia. Terus dia kayak bener-bener yang ‘kayak gitu kayak kurang Makassar sih’,”ujarnya.
Nurra sambil tersenyum menyebutkan bahwa ia merasa bahwa sang resepsoinis seperti guru bahasa Makassarnya. Menurutnya itu merupakan pengalaman yang sangat menarik.
Pemeran lainnya, yaitu Jourdy Pranata juga menceritakan bahwa sebelum proses syuting dimulai para pemain diberi pelatihan bahasa. Pelatihan bahasa ini diberikan selama tiga minggu selama proses pembacaan naskah dilakukan.
“Buat temen-temen yang di luar budaya Makassar, kita dikasih privilege (keuntungan) untuk berlatih aksen dan bahasanya. Itu kurang lebih tiga minggu, berbarangan dengan reading scriptnya (pembacaan naskah),”ujarnya.
Jourdy juga mengatakan bahwa ia merasa sangat beruntung karena memiliki sutradara dan lawan main yang berasal dari Makassar. “Jadi, terima kasih buat Pak Arfan dan Maizura yang mau ekstra ngejagain kita gitu,”ucapnya.
“Dikasih kebebasan untuk tanya apapun, Improvenya, nadanya, segala macam itu kita semuanya tanyain ke Pak Arfan dan Maizura. Dan Maizura tuh lebih ngejagain kayak, anak muda nih tuh kayaknya gak ngomong kayak gini deh, tapi lebih kayak gini,”katanya.
Sambil tertawa Jourdy menambahkan selama proses syuting satu bulan di Makassar secara gak sadar ternyata sudah berbahasa Makassar. “Kita tektokan sama tim driver (supir) di sana, Nurra ngobrol sama penjaga hotelnya tuh sudah berbahasa Makassar gitu,”ucapnya.*****





