Fajarasia.id – Anggota Komisi I DPR RI Syahrul Aidi Maazat menilai konflik Iran menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengevaluasi keikutsertaan dalam sejumlah forum internasional. Menurutnya, banyak forum global yang digagas untuk menjaga stabilitas dunia kini tidak lagi efektif dalam mewujudkan perdamaian.
“Ini perlu menjadi bahan diskusi pemerintah, apakah forum-forum internasional yang ada masih sesuai dengan amanat konstitusi kita atau tidak,” ujar Syahrul saat kunjungan kerja Komisi I DPR RI di Markas Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Padang, (10/3/2026).
Syahrul menekankan bahwa dinamika geopolitik harus menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional, baik di bidang pertahanan, energi, maupun ekonomi. Ia mencontohkan sejumlah negara yang tetap tangguh meski berada di bawah tekanan global. “Kemandirian nasional itu kunci,” tegasnya.
Konflik di Timur Tengah, lanjutnya, tidak hanya berdampak pada keamanan regional tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia. Salah satu risiko serius adalah terganggunya jalur perdagangan energi di Selat Hormuz, yang dapat memicu lonjakan harga minyak dunia. “Kalau harga minyak naik tentu akan berdampak pada subsidi energi kita di APBN. Ini harus diantisipasi sejak sekarang,” jelasnya.****





