Desy Ratnasari Dorong Penguatan Alutsista dan Babinsa

Desy Ratnasari Dorong Penguatan Alutsista dan Babinsa

Fajarasia.id  – Anggota Komisi I DPR RI, Desy Ratnasari, menekankan pentingnya penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta penambahan personel di wilayah kerja Kodam II/Sriwijaya. Hal ini disampaikan usai pertemuan Komisi I DPR RI dengan Pangdam II/Sriwijaya beserta jajaran di Markas Kodam II/Sriwijaya, Palembang.

Desy menilai kondisi geografis Kodam II/Sriwijaya yang memiliki banyak pulau kecil dan jalur laut luas membutuhkan perhatian khusus dalam pengawasan dan pengamanan. “Wilayahnya memiliki banyak kepulauan kecil dan jalur laut yang cukup luas. Ini tentu memerlukan tambahan alutsista serta personel untuk mengawasi dan mendeteksi berbagai potensi kegiatan ilegal,” ujarnya.

Selain ancaman militer, ia menekankan pengawasan juga harus mencakup aktivitas nonmiliter seperti pergerakan masyarakat lintas negara yang berpotensi menimbulkan kerawanan. Dengan panjang pesisir sekitar 1.500 kilometer, tantangan pengamanan wilayah semakin besar sehingga diperlukan patroli intensif dan kerja sama lintas sektor.

Desy juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas prajurit dalam mengoperasikan teknologi pertahanan baru, seperti radar dan perangkat digital. Ia menekankan peran strategis Babinsa sebagai ujung tombak TNI dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat. “Saat ini satu Babinsa bisa menangani dua hingga tiga desa. Komisi I DPR memikirkan bagaimana kebijakan bisa mendukung kinerja Babinsa agar lebih efektif sekaligus memperhatikan kesejahteraannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Desy turut menyinggung situasi global yang memanas, khususnya konflik di Timur Tengah. Ia mengingatkan pemerintah untuk melakukan mitigasi demi melindungi WNI di luar negeri, serta menekankan perlunya kesiapsiagaan menghadapi dampak sosial, ekonomi, dan keamanan dari gejolak global.

Menutup pernyataannya, Desy juga mendukung kebijakan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Namun, ia menegaskan keberhasilan kebijakan tersebut bergantung pada peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai. “Peraturan sebaik apa pun tidak akan efektif tanpa kesadaran orang tua,” pungkasnya.****

Pos terkait