Fajarasia.id – Kebijakan pemerintah pusat yang mengurangi kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menuai penolakan keras dari kalangan sopir. Para pengemudi angkutan di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengaku keberatan karena khawatir kebijakan tersebut akan memicu kelangkaan dan menyulitkan mereka mendapatkan BBM murah yang menjadi penopang aktivitas sehari-hari.
Syaiful, seorang sopir angkutan barang, menuturkan keresahannya. “Saya sebagai sopir keberatan karena memang sehari-harinya pakai BBM subsidi. Takutnya nanti kalau kuota dikurangi barangnya jadi susah didapat,” ujarnya. Ia menambahkan, jika harus antre panjang untuk membeli BBM, waktu kerja akan semakin terbuang dan pendapatan ikut tergerus.
Hal senada disampaikan Sarno Ariyanto, sopir lainnya. Ia menegaskan bahwa pengurangan kuota BBM subsidi akan sangat merugikan. “Jelas keberatan karena takut barangnya tidak ada. Apalagi sebagai sopir ini kan saya bergantung betul sama BBM subsidi yang harganya lebih murah,” katanya.
Para sopir berharap pemerintah meninjau ulang kebijakan tersebut. Bahkan, mereka meminta agar kuota BBM subsidi justru ditambah, bukan dikurangi. “Kalau perlu kuota BBM subsidi ditambah, biar masyarakat sama-sama enak,” tegas Syaiful.
Sebagai informasi, pengurangan kuota BBM subsidi telah disepakati antara pemerintah dengan Komisi XII DPR RI. Berdasarkan hasil kesepakatan, kuota pertalite turun sebesar 5,28 persen, sementara solar subsidi berkurang 1,32 persen.






