Satu Juta Anak di Jatim Terima Imunisasi Polio

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu memberikan imunisasi tambahan polio kepada anak-anak di MINU Kapasan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu memberikan imunisasi tambahan polio kepada anak-anak di MINU Kapasan Sidoarjo, Jawa Timur, Senin

fajarasia.id – Penambahan imunisasi polio lewat program Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) telah dimulai 15 Januari 2024. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu ikut memantau jalannya Sub PIN.

Data terakhir perkembangan cakupan imunisasi polio putaran pertama di tiga wilayah telah dirilis, Selasa (16/1/2024). Sejauh ini, cakupan imunisasi polio tertinggi ada di Provinsi Jawa Timur dengan capaian 1.168.443 anak atau 26,3 persen.

Sementara, di Jawa Tengah cakupan imunisasi polio baru menyasar 664.618 anak atau sekitar 17 persen. Kemudian cakupan imunisasi di daerah Sleman, Yogyakarta sudah mencapai 22.467 anak atau sebanyak 23,2 persen.

Sehingga cakupan imunisasi polio tambahan pada hari pertama pelaksanaan Sub PIN telah mencapai target 13,6 persen. Diketahui sebelumnya, Sub PIN akan dilakukan sebanyak dua putaran.

Putaran pertama dimulai 15 Januari 2024 sampai satu minggu kedepan. Putara kedua Sub PIN polio akan berlangsung pada 19 Februari 2024.

Sebelumnya diberitakan, pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2) menargetkan 8,4 juta anak berusia 0-7 tahun. Rinciannya, Provinsi Jawa Timur sebanyak 4,4 juta anak, Provinsi Jawa Tengah 3,9 anak, dan Kabupaten Sleman sebanyak 149 ribu.

Pemerintah menargetkan seluruh anak untuk melakukan imunisasi, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Artinya, meski status imunisasi polio sudah lengkap, anak tetap diberikan imunisasi tambahan polio.

Kegiatan Sub PIN Polio akan berlangsung selama sepekan, diikuti sweeping selama lima hari. “Target cakupan sekurang-kurangnya 95 persen untuk masing-masing putaran dan merata di setiap tingkatkan, mulai desa, kecamatan, sampai kabupaten,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu, Senin (15/1/2024).****

Pos terkait