Fajarasia.id – Rapat Paripurna DPR RI menyetujui penunjukan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR, menggantikan Adies Kadir yang mundur dari jabatannya setelah ditetapkan sebagai Hakim Konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK).
Sari Yuliati bukan sosok baru di panggung politik nasional. Politisi Partai Golkar ini juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Golkar sekaligus Bendahara Fraksi Golkar di DPR. Ia mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
Latar Belakang Pendidikan
Lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976, Sari menempuh pendidikan dasar di SDN 3 Pagi Duren Sawit, lalu melanjutkan ke SMP Negeri 27 Duren Sawit. Ia kemudian diterima di SMA Negeri 81 Lab School Rawamangun, Jakarta, dan lulus pada 1994.
Pada 1995, Sari masuk Jurusan Teknik Sipil Universitas Trisakti dan berhasil lulus tepat waktu pada 1999. Ia termasuk dalam lima besar lulusan terbaik dengan IPK tinggi, sekaligus aktif sebagai aktivis kampus di era reformasi 1998.
Tak berhenti di situ, Sari melanjutkan studi magister di Universitas Indonesia pada 2001 dan meraih gelar Magister Teknik (M.T.) pada 2003. Semangat belajarnya terus berlanjut hingga ia menempuh pendidikan sarjana Ilmu Hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada 2020, dan lulus pada 2025. Saat ini, ia tengah menempuh program doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjajaran, Bandung.
Karier Politik
Selain kiprahnya di dunia pendidikan, Sari aktif di Partai Golkar dan dipercaya memegang posisi strategis sebagai bendahara partai. Kini, dengan mandat sebagai Wakil Ketua DPR, Sari diharapkan mampu memperkuat peran legislatif dalam mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan kepentingan rakyat.
Penunjukan Sari Yuliati menandai babak baru dalam perjalanan politiknya, sekaligus menambah warna kepemimpinan di DPR RI.





