Saan: Tidak Mudah, NasDem dan Gerindra Bakal Merger

Saan: Tidak Mudah, NasDem dan Gerindra Bakal Merger

Fajarasia.id  – Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, memberikan respons tegas terkait munculnya isu penggabungan atau fusi antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.

Saan menyatakan bahwa hal tersebut saat ini masih sebatas wacana dan memerlukan pertimbangan yang sangat mendalam, terutama menyangkut prinsip dasar organisasi.

Saan menekankan bahwa menggabungkan dua kekuatan politik besar bukanlah perkara sederhana.

Setiap partai politik merupakan refleksi dari idealisme, gagasan, dan cita-cita para pendirinya.

Perbedaan konteks ideologi dan identitas menjadi faktor krusial yang harus dipikirkan secara matang sebelum langkah fusi diambil.

“Mendirikan partai itu, para pendiri masing-masing tentu punya idealisme, ide, gagasan, dan ideologi dalam konteks yang berbeda-beda. Jadi tidak mudah untuk digabungkan,” ujar Saan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4).

Alih-alih membahas wacana fusi, Saan mengungkapkan bahwa Partai NasDem saat ini tengah mencurahkan energi penuh untuk menguatkan mesin partai.

Fokus utama mereka adalah mengintensifikasi konsolidasi dan pembentukan struktur partai mulai dari tingkat nasional hingga ke tingkat daerah (DPRt).

“Terkait dengan soal wacana fusi itu, belum menjadi pembicaraan di internal. Fokus kita hari ini adalah pembentukan struktur sampai ke tingkat bawah,” tegasnya.

Meskipun menganggap ide atau gagasan fusi sebagai hal yang biasa dalam dinamika politik, Saan mengingatkan bahwa implementasinya akan menghadapi tantangan besar saat dikontekstualisasikan di lapangan.

Eksistensi partai sebagai wadah aspirasi politik yang mandiri tetap menjadi prioritas yang dijaga oleh para kader.

Pernyataan ini sekaligus mendinginkan spekulasi yang berkembang mengenai penyatuan dua kekuatan pendukung pemerintah di parlemen.

NasDem memilih untuk tetap menjaga independensi dan jati diri organisasinya sembari terus memperkuat basis massa di akar rumput menjelang agenda-agenda politik mendatang.****

Pos terkait