Fajarasia.id – Nilai tukar rupiah masih melemah dalam pembukaan perdagangan awal pekan ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah turun 0,10 persen atau 16 poin menjadi Rp16.336 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Jumat kemarin, rupiah juga turun 0,15 persen atau 25 poin menjadi Rp16.320 per dolar AS. “Penurunan ini merupakan titik terlemah rupiah dalam enam kemarin,” kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, Senin (28/7/2025).
Meski Perdagangan Saham Naik Turun, IHSG Ditutup Menguat
Namun demikian, tambah Rully nilai tukar ini dinilai masih cukup stabil. “Karena Indeks dolar AS hanya sedikit naik dalam tiga hari terakhir dan tetap di bawah level 98,” ucapnya.
Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing. Mirae Asset Sekuritas mencatat investor asing membukukan net outflow sebesar Rp233,4 miliar.
Rully mengatakan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed pada pekan ini. “The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, pasar fokus terhadap pernyataan dan langkah selanjutnya dari The Fed,” ujar Rully menutup analisisnya.***




